AS-Jepang Ancam Tenggelamkan Kapal Induk China, Beijing: Itu Fantasi!

21 hours ago 8

loading...

AS dan Jepang dilaporkan akan menengelamkan kapal induk Fujian milik China jika perang pecah di Selat Taiwan. Foto/United Daily

BEIJING - Amerika Serikat (AS) dan Jepang dilaporkan telah mencapai kesepahaman bahwa mereka akan menengelamkan kapal induk Fujian milik China jika perang pecah di Selat Taiwan. Namun, Beijing meremehkan ancaman itu dengan menganggapnya sebagai fantasi.

Laporan tentang ancaman itu muncul di media Jepang; Sankei Shimbun, yang mengutip sumber-sumber senior pemerintah di Tokyo.

"Tokyo telah mencapai kesepahaman strategis internal: Jika konflik pecah di Selat Taiwan dan Fujian mencoba menghalangi intervensi AS, Jepang akan berkoordinasi dengan Angkatan Laut AS untuk menenggelamkan kapal induk tersebut," tulis media Jepang tersebut.

Baca Juga: China Marah Jepang Kerahkan Rudal di Dekat Taiwan: Itu Sengaja Picu Konfrontasi Militer

Ini adalah pertama kalinya media Jepang secara terbuka mengidentifikasi kapal induk China sebagai target perang—dan juga pertama kalinya Jepang mengisyaratkan akan menyerang secara pre-emptive jika Beijing menyerang Taiwan.

Ketegangan Tokyo dan Beijing terus memanas. Ini dipicu oleh komentar Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada 7 November, yang mengatakan dalam sidang Parlemen bahwa blokade laut atau invasi China ke Taiwan yang hipotetis merupakan situasi yang mengancam kelangsungan hidup Jepang.

Ungkapan tersebut mengacu pada hak untuk membela diri kolektif menurut undang-undang keamanan tahun 2015. Oleh karena itu, secara tidak langsung menyiratkan bahwa Tokyo dapat mengerahkan Pasukan Bela Diri (SDF) sebagai tanggapan atas agresi China terhadap Taiwan.

Namun, karena marah atas apa yang dianggapnya sebagai provokasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan pelanggaran tatanan pascaperang, China membalas dengan serangkaian tindakan balasan, termasuk menghubungi PBB, menginformasikan Presiden AS Donald Trump melalui panggilan telepon yang jarang dilakukan, dan menangguhkan ekspor seafood Jepang, di antara berbagai hal lainnya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |