AS Tak Bisa Diandalkan Hadapi Houthi, Saudi Bergantung pada Pakistan

6 hours ago 10

loading...

Arab Saudi mengandalkan Pakistan untuk menghadapi Houthi. Foto/X

RIYADH - Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry, direktur jenderal divisi media militer Pakistan , mengatakan kepada surat kabar Saudi Arab News bahwa Islamabad mendukung Arab Saudi, baik secara diplomatik maupun fisik.

"Saya ingin menekankan kata 'fisik' di sini," ujar Chaudhry. "Kami akan melakukan segala upaya yang diperlukan."

Pekan lalu, Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan bahwa belum ada pembahasan mengenai peluncuran respons militer berdasarkan perjanjian Mekkah menyusul serangan Houthi terhadap Arab Saudi.

Kendati demikian, Islamabad menegaskan kembali komitmennya terhadap perjanjian tersebut. Pakistan menyatakan akan bertindak ketika "saatnya tiba", tanpa merinci situasi apa yang akan memicu tindakan semacam itu.

Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif awal bulan ini mengatakan bahwa setiap serangan terhadap Arab Saudi dapat mengaktifkan Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah.

"Kami terikat oleh syarat dan ketentuan pakta ini, dan... kami akan memenuhinya jika diperlukan," ujarnya dalam sebuah wawancara pada 8 September.

Pasukan koalisi pimpinan Saudi pada hari Sabtu menyatakan bahwa kelompok Houthi menembakkan rudal balistik ke arah Riyadh saat fajar, sebelum rudal tersebut dicegat dan dihancurkan.

"Houthi juga berupaya menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil di Bisha, Taif, Farasan, dan Yanbu," tulis juru bicara pasukan koalisi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, di platform X. Ia menambahkan bahwa serangan-serangan tersebut berhasil digagalkan oleh sistem pertahanan udara kerajaan. Sementara itu, di lapangan di Yaman, angkatan bersenjata pemerintah yang diakui secara internasional dan didukung Arab Saudi menyatakan bahwa pasukan mereka menggagalkan upaya infiltrasi Houthi di sektor al-Fuliahan, Marib selatan, pada hari Sabtu, menewaskan 12 petempur Houthi dan melukai sejumlah lainnya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |