Attachment Style vs Human Design, Dua Cara Membaca Pola dalam Relasi

9 hours ago 8

Fimela.com, Jakarta - Pernah tidak kamu merasa selalu melakukan hal yang sama setiap kali mulai dekat dengan seseorang? Misalnya, jadi lebih sering overthinking ketika chat belum dibalas, merasa tidak nyaman saat hubungan terlalu dekat, atau justru santai saja karena percaya semuanya akan baik-baik saja. Tanpa disadari, cara kita merespons kedekatan dan menghadapi hubungan memang bisa membentuk pola tertentu. Hal ini kemudian sering dikaitkan dengan Attachment Style dan Human Design, yang dapat menjadi cara untuk memahami pola diri dan bagaimana seseorang menjalani hubungan.

Dilansir dari Allure, Human Design merupakan sistem untuk memahami diri yang menggabungkan berbagai konsep, mulai dari astrologi, I Ching, Kabbalah, chakra, hingga beberapa pendekatan lainnya. Sistem ini menggunakan tanggal, waktu, dan tempat lahir untuk membuat sebuah bodygraph yang kemudian dibaca melalui beberapa elemen, termasuk energy type dan authority. Human Design banyak digunakan sebagai alat refleksi diri, termasuk untuk melihat cara seseorang mengambil keputusan dan berinteraksi dengan lingkungan.

Sementara itu, attachment style berasal dari bidang psikologi dan lebih berfokus pada bagaimana seseorang membangun hubungan emosional dengan orang lain. Dalam hubungan romantis, konsep ini sering digunakan untuk memahami respons seseorang terhadap kedekatan, jarak, konflik, hingga rasa aman.

Di sinilah keduanya mulai menarik untuk dibandingkan. Attachment style mencoba melihat pola hubungan dari pengalaman dan cara seseorang membangun keterikatan. Human Design menawarkan sudut pandang yang berbeda dengan melihat karakteristik dan pola energi berdasarkan bodygraph.

Dua Perspektif yang Bisa Terasa Relate dengan Pengalaman Sehari-hari

Kalau attachment style digunakan untuk memahami hubungan, salah satu hal yang menarik untuk dilihat adalah bagaimana seseorang merespons ketika merasa dekat dengan orang lain. Ada yang nyaman dengan kedekatan dan komunikasi terbuka, ada juga yang membutuhkan lebih banyak reassurance atau justru memilih mengambil jarak ketika hubungan mulai terasa terlalu intens.

Misalnya, seseorang dengan kecenderungan anxious attachment bisa lebih sensitif terhadap perubahan kecil dalam hubungan. Pesan yang biasanya dibalas cepat tiba-tiba lama dibalas bisa membuat pikirannya ke mana-mana. Di sisi lain, seseorang dengan kecenderungan avoidant mungkin lebih memilih memproses masalah sendiri dan membutuhkan ruang ketika sedang menghadapi konflik.

Pola-pola tersebut bukan berarti menjadi label yang melekat selamanya. Justru, mengenalinya bisa membantu seseorang menyadari kebiasaan yang muncul ketika sedang merasa tidak aman dalam hubungan.

Sementara itu, Human Design memiliki cara membaca yang berbeda. Alih-alih berfokus pada pola keterikatan, sistem ini melihat beberapa elemen dalam bodygraph, seperti energy type dan authority. Dari sini, seseorang bisa mengeksplorasi bagaimana dirinya merasa paling nyaman dalam mengambil keputusan atau merespons situasi tertentu.

Misalnya, ketika harus mengambil keputusan penting dalam hubungan, seseorang mungkin merasa perlu waktu untuk benar-benar yakin. Orang lain mungkin lebih percaya pada respons spontan atau intuisi yang muncul saat itu.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa attachment style dan Human Design bisa memberikan pertanyaan reflektif yang berbeda. Yang satu mengajak kita melihat bagaimana kita terhubung dengan orang lain, sementara yang lain bisa menjadi cara untuk mengeksplorasi bagaimana kita memahami diri sendiri.

Lalu, bagaimana kalau seseorang merasa hasil keduanya sangat relate?

Saat Dua Perspektif Ini Dipakai untuk Lebih Mengenal Diri

Ketika membaca hasil attachment style atau Human Design, hal yang paling mudah dilakukan adalah langsung merasa, “Oh, ternyata aku memang seperti ini.” Padahal, mengenal diri seharusnya tidak berhenti pada sebuah label.

Misalnya, seseorang yang merasa punya kecenderungan anxious attachment tidak otomatis berarti akan selalu overthinking dalam setiap hubungan. Begitu juga seseorang yang merasa cocok dengan karakteristik tertentu dalam Human Design bukan berarti semua keputusan hidupnya harus mengikuti hasil bodygraph tersebut.

Justru, informasi seperti ini bisa digunakan sebagai bahan untuk melihat kebiasaan diri dengan lebih jujur. Ketika mulai menyadari pola tertentu, kita bisa bertanya lebih jauh: apa yang biasanya membuatku merasa tidak aman? Kenapa aku memilih diam ketika ada masalah? Atau, sebenarnya apa yang aku butuhkan dari pasangan ketika sedang menghadapi konflik?

Dari pertanyaan sederhana tersebut, pembahasan tentang relasi bisa bergerak lebih jauh daripada sekadar menentukan “aku tipe yang mana”. Kita mulai memahami kebutuhan, batasan, cara berkomunikasi, dan hal-hal yang mungkin selama ini belum disadari.

Attachment style juga bisa menjadi pintu untuk melihat bagaimana pengalaman dalam hubungan memengaruhi cara kita merespons pasangan. Sementara Human Design, bagi orang yang memang tertarik menggunakannya, bisa menjadi bahasa refleksi tambahan untuk mengeksplorasi cara diri bekerja.

Jadi, daripada sibuk mencari label yang paling tepat, mungkin yang lebih menarik adalah menggunakan kedua perspektif ini untuk mengenal diri sedikit lebih dalam. Karena semakin paham dengan diri sendiri, semakin mudah juga memahami apa yang kita butuhkan dalam sebuah relasi.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Revania Immanuela
  • Adinda Tri Wardhani

    Editor

    Adinda Tri Wardhani

Gem nails membawa rhinestone warna-warni ke permukaan kuku untuk menciptakan manikur yang mencuri perhatian.
(Foto/Dok: Pixels)

BeautyGem Nails, Tren Kuku Berkilau yang Kembali Digemari

Tren kuku penuh kilau kembali hadir dengan tampilan yang lebih playful dan modern, menghadirkan sentuhan rhinestone atau permata kecil yang membuat kuku terlihat semakin menarik.

Kontrol terhadap penghasilan, rekening, pekerjaan, hingga pengeluaran pasangan dapat menjadi tanda financial abuse yang perlu dikenali sejak dini. (Foto/Dok: Pexels)

RelationshipSaat Uang Jadi Alat Kontrol, Waspadai Financial Abuse dalam Hubungan

Financial abuse dalam hubungan bisa terjadi tanpa disadari melalui kontrol terhadap uang, akses rekening, pekerjaan, hingga keputusan finansial.

Dari Lompat Tali hingga Rowing, Pilihan Olahraga untuk Kalori Lebih Maksimal. (Foto/Dok: Magnific)

HealthBukan Cuma Lari, Ini Rekomendasi Olahraga yang Bisa Bakar Lebih Banyak Kalori

Tak harus selalu lari untuk membakar kalori. Ada beberapa olahraga lain yang bisa memberikan pembakaran kalori tinggi sekaligus membuat rutinitas olahraga jadi lebih variatif.

Teka-teki silang dan puzzle kuatkan ingatan anak. [Dok/Pexels.com/www.kaboompics.com].

FimelaMomPuzzle Edukasi Kunci Pengoptimalan Perkembangan Anak Sejak Dini

Puzzle edukasi menawarkan beragam manfaat krusial bagi tumbuh kembang anak, mulai dari motorik halus, pemecahan masalah, hingga keterampilan sosial-emosional yang penting.

Tips mendidik anak agar bahagia./Copyright unsplash.com/david zhou

FimelaMomPanduan Lengkap Membangun Kepercayaan Diri Anak untuk Berani Berbicara di Depan Umum

Membantu anak berani bicara di depan umum adalah investasi penting. Dengan dukungan orangtua dan strategi tepat, si kecil bisa tumbuh menjadi komunikator percaya diri dan efektif.

Read Entire Article
Prestasi | | | |