loading...
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. FOTO/AP
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan menggelar pertemuan dengan para kepala eksekutif perusahaan minyak dan gas (migas) AS di Gedung Putih pada Jumat waktu setempat. Pertemuan tersebut membahas peluang masuk kembali ke Venezuela dan rencana menghidupkan kembali produksi minyak mentah negara tersebut yang selama dua dekade terakhir terpuruk akibat krisis politik dan ekonomi.
Sejumlah sumber menyebutkan, pertemuan itu akan dihadiri sejumlah pejabat tinggi kabinet, di antaranya Menteri Energi Chris Wright dan Menteri Dalam Negeri Doug Burgum. Agenda ini dipandang sebagai langkah penting Trump untuk mendorong perusahaan migas AS kembali berinvestasi di Venezuela, negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, meski masih diliputi ketidakpastian politik.
"Perusahaan minyak akan mencari jaminan keamanan. Mereka juga menginginkan kepastian garis waktu politik dari Gedung Putih, termasuk pemilu yang memulihkan pemerintahan yang menghormati supremasi hukum," ujar seorang sumber yang mengetahui rencana pertemuan tersebut.
Baca Juga: Lee dan Xi Bertemu di Beijing, China-Korsel Pulihkan Kerja Sama Dagang
Menurut sumber-sumber yang dikutip media Politico, industri migas sejauh ini masih enggan menggelontorkan investasi bernilai miliaran dolar ke Venezuela. Ketidakstabilan politik, risiko penyitaan aset, serta belum jelasnya arah transisi pemerintahan di Caracas menjadi pertimbangan utama para investor.














































