Fimela.com, Jakarta - Wajan anti lengket menjadi pilihan utama bagi banyak keluarga karena memberikan kemudahan dalam memasak dengan sedikit minyak serta memudahkan proses pembersihan. Namun, meskipun praktis, banyak pengguna yang mengeluhkan bahwa wajan yang baru mereka beli seringkali cepat rusak, mengelupas, atau kehilangan kemampuan anti lengketnya.
Permasalahan ini tidak selalu disebabkan oleh kualitas produk yang buruk, tetapi sering kali disebabkan oleh kebiasaan perawatan yang salah dan dilakukan secara terus-menerus tanpa disadari. Kesalahan-kesalahan kecil yang terjadi di dapur dapat berimbas besar pada struktur lapisan anti lengket yang sebenarnya sangat sensitif terhadap panas, gesekan, dan perubahan suhu yang ekstrem.
Berbagai pola kesalahan yang umum terjadi dalam penggunaan wajan dapat menjadi faktor utama yang menyebabkan wajan anti lengket cepat mengalami keausan. Jika pola tersebut tidak dihindari sejak awal, maka fungsi wajan akan berkurang dan masa pakainya akan jauh lebih pendek daripada yang seharusnya.
Berikut penjelasannya:
1. Menggunakan Alat Masak Logam yang Mengikis Lapisan
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan saat menggunakan wajan anti lengket adalah penggunaan alat masak berbahan logam seperti spatula, sendok, atau garpu. Ketika logam bersentuhan langsung dengan permukaan wajan, hal ini dapat menyebabkan goresan halus yang dapat merusak lapisan pelindung wajan seiring waktu.
Goresan-goresan tersebut mungkin tidak terlihat dengan jelas, namun secara perlahan akan mengakibatkan lapisan anti lengket menjadi lebih tipis dan kehilangan fungsinya untuk mencegah makanan menempel. Situasi ini sering kali menjadi pemicu pengelupasan lapisan yang lebih serius.
Lapisan anti lengket sebenarnya dirancang untuk berinteraksi dengan alat masak yang terbuat dari bahan yang lebih lembut seperti silikon, kayu, atau nilon. Hal ini disebabkan oleh tekanan dan gesekan yang dihasilkan dari bahan-bahan tersebut jauh lebih aman bagi permukaan wajan.
2. Memasak dengan Api Besar Secara Terus-Menerus
Penggunaan api yang besar dapat mempercepat proses memasak, namun kebiasaan ini sebenarnya menjadi musuh utama bagi wajan anti lengket. Suhu yang tinggi mampu merusak struktur kimia dari lapisan pelapis yang sangat sensitif terhadap panas yang ekstrem.
Umumnya, wajan anti lengket dirancang untuk digunakan pada api kecil hingga sedang, sehingga panas dapat menyebar secara merata tanpa merusak lapisan tersebut. Paparan panas berlebihan dalam waktu lama dapat menyebabkan perubahan warna hingga menurunkan daya rekat lapisan anti lengket.
Penggunaan api besar secara berulang dapat mempercepat keausan lapisan dan berpotensi menghasilkan residu yang menempel pada permukaan wajan.
3. Mencuci Wajan Saat Masih Panas dan Mengalami Thermal Shock
Mencuci wajan segera setelah digunakan mungkin terlihat praktis, namun tindakan menyiramkan air dingin ke wajan yang masih panas dapat menyebabkan thermal shock. Perubahan suhu yang drastis ini berpotensi membuat wajan mengalami kelengkungan atau retakan secara perlahan.
Selain itu, thermal shock juga dapat memengaruhi daya rekat dari lapisan anti lengket, yang bisa melemah akibat perubahan suhu yang mendadak. Akibatnya, permukaan wajan tidak lagi rata dan lapisan pelindungnya menjadi lebih mudah terkelupas.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk membiarkan wajan mendingin hingga mencapai suhu normal sebelum melakukan pencucian, agar struktur material dan lapisan pelindung tetap terjaga dengan baik.
4. Menggunakan Sabut Baja atau Spons Kasar Saat Membersihkan
Seringkali, kesalahan yang dilakukan adalah menggunakan sabut baja atau spons kasar untuk membersihkan wajan anti lengket. Gesekan dari alat pembersih ini dapat menggores permukaan dan merusak lapisan pelindung secara permanen.
Meskipun noda tampak sangat sulit dihilangkan, penggunaan alat yang kasar justru dapat mempercepat kerusakan pada wajan dan membuat makanan lebih mudah lengket di masa mendatang. Selain itu, lapisan yang tergores akan menjadi lebih sulit untuk dibersihkan pada penggunaan selanjutnya.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menggunakan spons lembut atau bagian busa halus yang dipadukan dengan sabun cair ringan. Dengan cara ini, permukaan wajan akan tetap terjaga dan awet.
5. Menumpuk Wajan Tanpa Pelindung di Rak Dapur
Menumpuk wajan anti lengket dengan peralatan memasak lainnya sering kali dianggap sepele. Namun, sebenarnya gesekan antara permukaan dapat menyebabkan goresan halus yang merusak lapisan anti lengket tersebut. Risiko kerusakan ini semakin meningkat ketika wajan disimpan bersamaan dengan panci atau peralatan yang terbuat dari logam.
Gesekan yang terjadi berulang kali saat mengeluarkan dan menyimpan wajan akan mempercepat penurunan kualitas lapisan anti lengketnya. Kerusakan ini biasanya tidak disadari sampai fungsi wajan mulai menurun secara signifikan.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk meletakkan kain, tisu, atau pelindung khusus di antara wajan saat harus ditumpuk. Dengan cara ini, permukaan wajan tidak akan saling bergesekan dan akan lebih terjaga kualitasnya.
6. Terlalu Sering Memasak Makanan yang Sangat Asam
Bahan makanan yang memiliki tingkat keasaman tinggi, seperti tomat, cuka, atau jeruk, dapat berdampak negatif pada lapisan anti lengket jika sering digunakan dalam waktu yang lama. Sifat asam berpotensi mengganggu kestabilan lapisan pelindung pada wajan, dan ini menjadi perhatian penting bagi para pengguna wajan anti lengket.
Ketika wajan terpapar asam secara terus-menerus, lapisan pelindungnya dapat menjadi rapuh dan lebih rentan untuk terkelupas. Proses kerusakan ini sering kali tidak disadari karena berlangsung secara perlahan. Oleh karena itu, sebaiknya penggunaan bahan makanan yang sangat asam dibatasi atau diimbangi dengan perawatan yang lebih teliti agar wajan tetap dalam kondisi baik dan awet.
7. Memasak Tanpa Minyak Sama Sekali
Memasak tanpa minyak sama sekali merupakan salah satu kesalahan yang sering dilakukan saat menggunakan wajan anti lengket. Meskipun wajan jenis ini dirancang agar makanan tidak mudah menempel, lapisan anti lengket tetap membutuhkan sedikit pelumas untuk menjaga daya tahannya.
Jika digunakan terus-menerus tanpa minyak, permukaan wajan akan mengalami gesekan langsung dengan bahan makanan dan panas, sehingga lapisan pelindungnya lebih cepat aus.
Akibatnya, wajan justru menjadi mudah lengket dan tidak lagi bekerja optimal. Mengoleskan minyak tipis sebelum memasak membantu melindungi lapisan anti lengket, membuat proses memasak lebih aman, dan memperpanjang usia pakai wajan.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5012019/original/089774600_1732009379-pexels-rdne-10432706.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1535631/original/006329400_1489418020-areaware_com.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5042496/original/065572500_1733802853-9674.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3001461/original/069523200_1576814317-shutterstock_1076264081.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4765607/original/053183900_1709821821-_FOTO_2__hands-protective-gloves-washing-plate-with-sponge_114579-38488.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5462751/original/031718800_1767588388-Culinart_Ultima.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5408935/original/019830600_1762840787-Jangan_Tutup_Wajan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471774/original/054849600_1768295919-Gemini_Generated_Image_9rj1ha9rj1ha9rj1.png)













































