loading...
Jon Callaghan dari True Ventures meyakini bahwa era kejayaan ponsel pintar akan segera berakhir, digantikan oleh perangkat antarmuka baru seperti cincin pintar. Foto: the verge
JAKARTA - "Smartphone sudah mati." Pernyataan itu mungkin terdengar hiperbolis di telinga masyarakat yang masih terpaku pada layar kaca lima inci setiap detiknya. Namun, di penghujung 2025, tesis berani dari jantung Sillicon Valley mengguncang kemapanan industri teknologi: dalam lima tahun ke depan, cara kita menggunakan ponsel pintar akan berubah total, atau bahkan lenyap sama sekali dalam satu dekade.
Tahun 2026 digadang-gadang bukan lagi menjadi era kejayaan layar sentuh, melainkan titik awal transisi menuju perangkat wearable (sandangan) yang lebih intim dan tidak intrusif.
Jon Callaghan, pendiri True Ventures, tidak sedang berteori. Ia mempertaruhkan dana kelolaan firmanya untuk membuktikan bahwa era pasca-smartphone telah tiba.
Kredibilitas Callaghan bukan kaleng-kaleng. True Ventures, firma modal ventura berbasis di Bay Area yang dikelolanya, mengelola aset senilai USD4 miliar atau Rp64 triliun. Portofolionya mencakup nama-nama besar yang mengubah gaya hidup manusia, mulai dari Fitbit (pelopor fitness tracker), Ring (bel pintu pintar), hingga Peloton.
Dengan sejarah 63 kali exit yang menguntungkan dan tujuh penawaran saham perdana (IPO) dari 300 perusahaan, Callaghan memiliki insting tajam dalam mengendus tren sebelum menjadi arus utama.
Ketika ia mengatakan, "Kita tidak akan menggunakan iPhone dalam 10 tahun lagi," pasar mendengarkan.














































