loading...
Pandangan yang berkembang di tengah masyarakat bahwa membeli bahan bakar minyak (BBM) pada siang hari membuat volume yang diperoleh lebih sedikit dibanding malam hari. Foto/SINDOnews.
JAKARTA - Pandangan yang berkembang di tengah masyarakat bahwa membeli bahan bakar minyak (BBM) pada siang hari membuat volume yang diperoleh lebih sedikit dibanding malam hari masih sering memicu kekhawatiran.
Menanggapi hal tersebut, dosen Teknik Mesin dan Biosistem IPB University , Leopold Oscar Nelwan, menyampaikan bahwa secara ilmiah anggapan itu tidak sepenuhnya keliru. Namun, dampaknya dinilai sangat kecil dan tidak signifikan dalam penggunaan kendaraan sehari-hari.
Baca juga: Konsumsi Bensin Naik Tipis saat Nataru, Masyarakat Liburan Pilih Transportasi Umum
“Perbedaan tersebut memang ada. Hanya saja sangat kecil dan tidak signifikan dalam praktik penggunaan kendaraan sehari-hari,” jelas Leopold, melalui siaran pers, Rabu (7/1/2026).
Ia menerangkan, dari sudut pandang fisika, BBM seperti bensin dan solar memiliki sifat memuai ketika suhu meningkat. Kondisi ini membuat volumenya sedikit bertambah, meskipun massa dan total energi yang dikandung tetap sama.
“Secara fisika, ini adalah sifat alami fluida. Ketika suhu naik, volumenya bertambah, tetapi jumlah energinya tidak berubah,” ujarnya.














































