loading...
Radiasi dari ponsel tidak bisa merusak DNA seperti sinar-X atau radiasi pengion. Foto: Everyday Health
JAKARTA - Radiasiponsel seringkali disebut bisa menjadi penyebab kanker. Padahal, jenis radiasi yang dipancarkan ponsel berbeda dengan radiasi seperti sinar-X yang memang memiliki energi cukup untuk merusak DNA.
Dokter sekaligus edukator kesehatan, Adam Prabata pun membahas mitos tersebut di akun X miliknya, @AdamPrabata. Ia menjelaskan bahwa radiasi dari handphone termasuk radiofrequency (RF) radiation yang berada dalam kategori non-ionizing radiation atau radiasi non-pengion.
Mengacu pada penjelasan National Cancer Institute (NCI), radiasi non-pengion memiliki energi lebih rendah dan tidak memiliki energi yang cukup untuk merusak DNA secara langsung. Sebaliknya, radiasi pengion seperti sinar-X memiliki energi lebih tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan DNA dan meningkatkan risiko kanker.
Baca Juga : Studi: Berbicara di Ponsel Sambil Berjalan Tingkatkan Risiko Kanker
“Jadi berdasarkan National Cancer Institute NIH, radiasi dari HP adalah non-ionizing (energi rendah), tidak bisa merusak DNA seperti sinar-X atau radiasi pengion,” tulis Adam.
Menurut Adam, efek biologis yang paling konsisten ditemukan dari paparan radiofrequency radiation pada manusia adalah pemanasan ringan di area tubuh yang dekat dengan ponsel, misalnya telinga atau kepala ketika digunakan untuk menelepon.


















































