loading...
Teknologi Baterai Baru Bisa Simpan Daya Berhari-hari . Foto/ Daily
NEW YORK - Para ilmuwan telah mengembangkan teknologi baterai logam litium baru yang menjanjikan masa pakai baterai lebih lama dan kecepatan pengisian daya yang sangat cepat.
Menurut jurnal bergengsiAdvanced Materials, sekelompok peneliti di Universitas Nasional Chonnam (Korea Selatan) telah berhasil mengembangkan teknologi baterai lithium-metal baru yang menjanjikan masa pakai baterai yang lebih lama untuk ponsel pintar, hingga beberapa hari, dan kemampuan untuk terisi penuh hanya dalam beberapa menit.
Jenis elektroda baru dapat mengatasi masalah yang ada pada baterai lithium.
FOTO: SCREENSHOT dari Autoweek
Baterai lithium-metal adalah teknologi baterai yang menggunakan kimia serupa dengan baterai lithium-ion tradisional, tetapi mengganti grafit di katoda dengan lithium murni. Hasilnya adalah peningkatan kepadatan energi hingga sepuluh kali lipat dibandingkan dengan baterai lithium-ion konvensional, sekaligus mengurangi berat dan meningkatkan kecepatan pengisian daya.
Namun, penggunaan litium murni juga menghadirkan tantangan besar, yaitu pembentukan cabang kristal (dendrit). Struktur ini dapat menyebabkan korsleting, melubangi membran, dan menyebabkan panas berlebih, yang mengakibatkan kebakaran dan ledakan.
Kini, tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Mincheol Chang dari Universitas Nasional Chonnam telah mengembangkan elektrolit padat komposit tiga lapis baru yang mencegah pembentukan cabang kristal. Elektrolit ini menggabungkan pengisi keramik dengan kopolimer fleksibel, meningkatkan konduktivitas ionik dan kekuatan mekanik.
Struktur tiga lapis elektrolit terdiri dari dua lapisan luar yang lebih lunak untuk meningkatkan kontak dengan saluran litium, dan kerangka dalam yang kaku. Desain ini tidak hanya meningkatkan konduktivitas tetapi juga mencegah pembentukan cabang kristal.


















































