loading...
Penyiar berita Edward Rukidi Kijanangoma tiba-tiba ditunjuk menjadi raja baru dari Kerajaan Tooro di Uganda. Foto/Jubilee Radio Uganda
KAMPALA - Seorang penyiar berita secara tak terduga ditunjuk menjadi raja berikutnya dari Kerajaan Tooro di Uganda. Momen tak terduga ini terjadi setelah raja sebelumnya, yang pernah dikenal sebagai “raja bocah”, meninggal dunia bulan lalu pada usia 34 tahun.
Komite pemilihan Kerajaan Tooro mengumumkan Edward Rukidi Kijanangoma sebagai putra mahkota setelah melalui proses pencarian dan seleksi. Kijanangoma merupakan sepupu mendiang raja. Dia bekerja sebagai penyiar berita sekaligus editor di lembaga penyiaran milik negara, Uganda Broadcasting Corporation.
Kijanangoma kemungkinan akan dinobatkan pekan ini untuk menggantikan Raja Oyo Nyimba Kabamba Iguru Rukidi IV, yang akan dimakamkan pada Sabtu. Pemakamannya diperkirakan dihadiri puluhan ribu pelayat di sebuah kota terpencil dekat perbatasan dengan Kongo.
Raja Oyo meninggal karena kanker dalam usia 34 tahun dan belum menikah. Kepergiannya menyedihkan banyak orang yang telah menyaksikannya tumbuh sejak masih bayi hingga menjadi pemimpin yang dicintai rakyat kerajaan kuno tersebut.
Kerajaan Tooro merupakan salah satu dari lima kerajaan tradisional yang diakui pemerintah Uganda. Meski demikian, kerajaan-kerajaan tersebut tidak memiliki kedaulatan atau kekuasaan politik formal.
Presiden Uganda Yoweri Museveni sebelumnya menyatakan bahwa Oyo meninggalkan seorang ahli waris laki-laki yang lahir di luar pernikahan. Namun, komite Kerajaan Tooro memilih Kijanangoma setelah mempertimbangkan sejumlah kandidat.


















































