Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen

4 hours ago 6

loading...

Shi Daoguo, biksu Buddha yang dilaporkan ditahan aparat keamanan China usai memperingati peristiwa Tiananmen. Foto/Our Buddhism World

JAKARTA - Seorang biksu Buddha asal Shandong, yang dikenal dengan nama Shi Daoguo, dilaporkan ditahan aparat keamanan China setelah memperingati peristiwa Tiananmen di Beijing.

Pengamat politik Wang Yichi menyebut bahwa Shi Daoguo, yang lahir dengan nama Zhang Chao, digiring aparat pada 5 Juni 2026 dini hari setelah sempat memperingati peristiwa Tiananmen sehari sebelumnya.

Baca Juga: China Pekerjakan Hacker untuk Redam Peringatan Tragedi Tiananmen

Menurut Wang, Shi Daoguo sempat mendatangi Lapangan Tiananmen, mengambil sebuah foto, lalu mengunggahnya ke media sosial dengan menyertakan puisi singkat untuk mengenang peristiwa tersebut.

Unggahan itu disebut langsung menghilang tak lama setelah dipublikasikan.

“Sebelum fajar, petugas dari cabang Polisi Keamanan Domestik Zaozhuang menahannya dan dilaporkan membawanya keluar dari Beijing,” ujar Wang, seperti dikutip dari Bitter Winter, Rabu (10/6/2026).

Hingga saat ini, keberadaan Shi Daoguo disebut belum diketahui.


Hidup di Bawah Tekanan

Wang mengatakan Shi Daoguo selama bertahun-tahun hidup di bawah tekanan aparat setempat. Dia tumbuh di Shandong dan sempat bekerja di Beijing saat muda, dan juga aktif dalam diskusi daring mengenai tanggung jawab sipil.

Pada 2014, Shi Daoguo sempat ditahan lebih dari satu bulan setelah memperingatkan para pemohon petisi di Beijing bahwa polisi tengah melakukan pemeriksaan.

Setelah itu, dia mencukur rambutnya dan menjalani kehidupan monastik dengan berpindah dari satu kuil ke kuil lain.

Read Entire Article
Prestasi | | | |