BMW Butuh 13 Tahun untuk 2 Juta Mobil Listrik, BYD Sekarang Cukup 82 Hari

4 hours ago 5

loading...

Angka yang bikin pabrikan Eropa keringat dingin dan menjelaskan kenapa merek China membanjiri Indonesia. Foto: BMW

JAKARTA - BMW baru saja menyerahkan mobil listrik murni ke-2 juta. Butuh 13 tahun. Sejak i3 pertama meluncur tahun 2013. Angka itu terdengar hebat. BMW merayakannya besar-besaran.

Unit ke-2 juta adalah i5 M60 xDrive warna Tansanit Blue. Dirakit di pabrik Dingolfing, Bavaria. Dikirim ke seorang pembeli di Spanyol, 5 Mei 2026.

i5 M60 itu bukan mobil sembarangan. Dua motor listrik. Tenaga 601 hp. Torsi 795 Nm. Di Malaysia dijual RM499.100 on the road, sekitar Rp2,18 miliar. Versi flagship dari sedan listrik Seri 5.

Angka 13 tahun itu terdengar hebat sampai Anda taruh di sebelah yang lain. Faktanya: 13 tahun bukan angka istimewa. Itu justru angka rata-rata dunia Barat.

Lihat Tesla. Roadster pertamanya lahir 2008. Mobil ke-2 juta? Baru tercapai akhir 2021. Hitung sendiri: kira-kira 13 tahun juga. Dan Tesla itu 100 persen listrik, tak punya satu pun mesin bensin.

Lihat Volkswagen. Merek VW meluncurkan e-up! pada 2013. Sama persis dengan BMW. Mobil listrik ke-2 juta VW diserahkan 27 Februari 2026. Lagi-lagi: 13 tahun.

Tiga raksasa. Tiga benua industri yang sama. Semua butuh 13 tahun untuk 2 juta unit listrik murni. Seolah ada hukum tak tertulis: mengubah pabrik dari bensin ke baterai memang selambat itu.

Tapi, hukum 13 tahun tadi dipatahkan oleh satu negara. Tentu semua sudah tahu negara apa itu: China.

Ambil BYD. Mobil energi baru (NEV) pertamanya, F3DM, lahir 2008. Satu juta pertama baru tercapai Mei 2021. Butuh 13 tahun juga. Persis seperti yang lain.

Read Entire Article
Prestasi | | | |