Dari Volkswagen hingga Jaguar Land Rover: Ini Daftar Lengkap Pabrikan yang Pecat Puluhan Ribu Karyawan

2 hours ago 6

loading...

Gempuran tarif Trump dan serbuan merek China menciptakan krisis terbesar industri otomotif Eropa sejak 2008. Foto: ist

EROPA - Industri otomotif Eropa tengah menghadapi ujian terberat dalam beberapa dekade terakhir.

Kombinasi tekanan tarif impor Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump, merosotnya penjualan di pasar China, melambatnya adopsi kendaraan listrik (EV), serta tingginya biaya produksi dalam negeri telah memaksa sejumlah pabrikan dan pemasok besar melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal sejak 2024.

Lebih dari 111.000 pekerjaan telah diumumkan untuk dipangkas secara global oleh pabrikan dan pemasok otomotif asal Eropa sejak 2024.

Jika dihitung termasuk rencana jangka panjang hingga 2035, total pekerjaan yang terancam mencapai 146.950 posisi.

Jerman--jantung industri otomotif Eropa--menanggung beban terbesar, dengan empat merek besar Jerman (Volkswagen, Audi, BMW, dan Porsche) menyumbang 85 persen dari total PHK yang diumumkan.

Asosiasi Pemasok Otomotif Eropa (CLEPA) melaporkan lebih dari 100.000 pekerjaan telah terpangkas di Jerman saja sepanjang 2024–2025.

Asosiasi Industri Otomotif Jerman (VDA) memperkirakan industri nasional berpotensi kehilangan tambahan 125.000 pekerjaan lagi hingga 2035 apabila daya saing tidak segera diperbaiki.

Faktor Penyebab Utama

Tekanan tarif Amerika Serikat. Tarif impor kendaraan dari Eropa ke AS melonjak dari 2,5% menjadi 15%. Dampak tarif terhadap ekspor otomotif Uni Eropa secara keseluruhan mencapai nilai hingga €67 miliar.

Khusus Volkswagen Group, biaya tarif mencapai €2,9 miliar (sekitar Rp56,5 triliun) hanya dalam tahun fiskal 2025.
Gempuran merek otomotif China. Pangsa pasar gabungan produsen non-Tiongkok di pasar otomotif China merosot dari 57% pada 2020 menjadi hanya 32% pada 2025.

Merek domestik China kini menguasai hampir 69% pasar dalam negeri. Di Inggris, merek China seperti Jaecoo 7 bahkan telah masuk dalam daftar tiga mobil terlaris.

Perlambatan adopsi kendaraan listrik. Investasi EV di Eropa anjlok ke €5,64 miliar (sekitar Rp109,9 triliun) pada 2024, terendah sejak 2019.

Read Entire Article
Prestasi | | | |