Nauru Buka Kedubes di Yerusalem, Langgar Resolusi Internasional

3 hours ago 9

loading...

Cahaya kemerahan saat matahari terbenam menyinari Masjid Kubah Batu di kompleks Masjid Al-Aqsa, dilihat dari Bukit Zaitun di Yerusalem pada 20 Agustus 2026. Foto/Mostafa Alkharouf/Anadolu Agency

YERUSALEM - Negara Pasifik Selatan, Nauru, membuka kedutaan besarnya untuk Israel di Yerusalem yang diduduki pada hari Senin (7/9/2026). Ini menjadikannya negara kesembilan yang mengambil langkah tersebut.

Tindakan itu melanggar resolusi internasional. Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, menghadiri peresmian Kedutaan Besar Nauru di Yerusalem yang dijajah, bersama dengan Wakil Presiden sekaligus Menteri Luar Negeri Lionel Aingimea, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Israel.

"Hari ini, Nauru menjadi negara kesembilan, dan yang ketiga dari kawasan Pasifik Selatan, yang membuka kedutaan besar di Yerusalem. Akan ada lebih banyak lagi yang menyusul," ujar Sa’ar dalam upacara peresmian tersebut.

Negara kepulauan ini merupakan negara terkecil ketiga di dunia, dengan luas wilayah 21 kilometer persegi (8,1 mil persegi) dan populasi sekitar 12.000 jiwa.

Aingimea mengatakan, "Kami memandang pembukaan kedutaan besar kami di Yerusalem ini bukan hanya sebagai upaya mempererat hubungan dengan Israel, melainkan juga sebagai pesan kepada dunia mengenai posisi kami."

Read Entire Article
Prestasi | | | |