loading...
Pengembangan kawasan Toba Caldera Resort menunjukkan kemajuan yang signifikan. Foto/istimewa
SUMUT - Pengembangan kawasan Toba Caldera Resort menunjukkan kemajuan yang signifikan. Saat ini, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) mendorong perbaikan regulasi dan aksesibilitas menuju objek wisata Danau Toba.
Direktur Pemasaran Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Wahyu Dito menyebut pengembangan destinasi berskala besar seperti Danau Toba membutuhkan kesiapan yang menyeluruh.
“Pembangunan destinasi tidak bisa hanya diukur dari percepatan investasi jangka pendek. Infrastruktur, regulasi kerja sama, kesiapan masyarakat, serta positioning destinasi menjadi kunci,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
Baca juga: Pemerintah Dorong Green Sport Tourism, Lombok dan Toba Jadi Prioritas
Dari sisi investasi menurut Wahyu, sejumlah komitmen telah berjalan meski sebagian masih dalam perencanaan. Beberapa investor yang terlibat antara lain Labersa Group, Agung Concern Group, Tobanta Nauli Indah, Dunia Outbond, serta NIMO Group.
Selain itu, investasi di sektor pendukung seperti amenitas, penginapan, dan ekosistem pariwisata lokal mulai tumbuh secara bertahap.
"Salah satu kendala utama di lapangan adalah terbatasnya jangka waktu kerja sama investasi yang saat ini hanya Bangun Guna Serah 30 tahun. Hal ini dinilai menjadi tantangan dalam menarik investor", ungkapnya.


















































