Piala Dunia 2026: FIFA Diam-Diam Ubah Ritual VAR

2 hours ago 7

loading...

Kontroversi gestur tangan yang dilakukan petugas VAR asal Australia, Shaun Evans, ternyata diikuti perubahan mencolok dalam siaran resmi Piala Dunia 2026 / Foto: BBC

JAKARTA - Kontroversi gestur tangan yang dilakukan petugas VAR asal Australia, Shaun Evans, ternyata diikuti perubahan mencolok dalam siaran resmi Piala Dunia 2026. Sebelumnya, FIFA menampilkan tim Video Assistant Referee (VAR) di pusat operasi wasit di Dallas sebagai bagian dari ritual pra-pertandingan.

Para petugas tampak menghadap kamera, berpose singkat, sementara nama dan peran masing-masing ditampilkan di layar. Namun, pola tersebut berubah setelah pertandingan Jerman melawan Curacao.

Dalam tiga laga berikutnya, para petugas VAR tidak lagi berpose di depan kamera. Sebaliknya, mereka hanya diperlihatkan sedang menghadap monitor dan menjalankan tugasnya.

Baca Juga: FIFA: Gestur Kontroversial Asisten Wasit VAR Tak Langgar Aturan

Perubahan itu terus diterapkan pada pertandingan-pertandingan selanjutnya. Hingga kini, FIFA belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan di balik perubahan tayangan tersebut.

Mengapa Tanda "OK" Terbalik Menjadi Kontroversi?

Gestur yang dilakukan Evans menyerupai simbol "OK" terbalik yang selama ini memiliki dua makna berbeda. Mengutip laporan BBC, Selasa (16/6/2026), di satu sisi, simbol tersebut identik dengan permainan iseng yang populer lewat sitkom Amerika Malcolm in the Middle dan kemudian berkembang menjadi meme internet.

Dalam permainan itu, seseorang membentuk lingkaran dengan jari di bawah pinggang dan orang yang melihatnya akan mendapat hukuman berupa pukulan ringan di bahu.

Namun, sejak 2017, simbol yang sama juga mulai digunakan sebagian kelompok sayap kanan ekstrem sebagai kode komunikasi. Pada 2019, organisasi anti-diskriminasi Anti-Defamation League (ADL) memasukkan simbol tersebut ke dalam daftar simbol kebencian.

Read Entire Article
Prestasi | | | |