loading...
Bedah buku The Secret Weakness of Every Great Power karya Deputi Bidang Manajemen Risiko di Badan Pengelola Keuangan Haji Eko Surya Lesmana. Foto/istimewa.
JAKARTA - Sebuah kekuatan tidak selalu runtuh ketika diserang oleh musuh dari luar. Keruntuhan dapat dimulai jauh lebih awal ketika pihak-pihak di dalamnya memilih diam dan berhenti memberikan dukungan secara sukarela.
Gagasan tersebut menjadi pokok pembahasan dalam bedah buku The Secret Weakness of Every Great Power karya Eko Surya Lesmana yang diselenggarakan di Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang, Sabtu (29/8/2026).
Deputi Bidang Manajemen Risiko di Badan Pengelola Keuangan Haji ini mengatakan kesunyian sering disalahartikan sebagai persetujuan. Seorang pemimpin dapat merasa semakin kuat karena tidak lagi mendengar bantahan. Padahal keadaan itu justru dapat menjadi tanda bahwa kepercayaan mulai menghilang.
Baca juga: 7 Tipologi Pemimpin Nusantara Ramalan Pujangga Ranggawarsita di Kitab Zaman Edan
“Diam sering menjadi tanda yang paling awal. Ruangan yang sunyi belum tentu berisi kepala yang setuju. Bisa jadi ruangan itu berisi hati yang sudah berhenti ikut memikirkan masalah yang sedang kita hadapi,” ujarnya.


















































