China Kuasai 1,25 Juta Barel Minyak Rusia, India Terancam Krisis Energi

6 hours ago 9

loading...

Pemandangan dari udara menunjukkan kapal tanker minyak mentah di terminal minyak di Pulau Waidiao, di Zhoushan, provinsi Zhejiang, China, 4 Januari 2023. FOTO/China Daily via Reuters

LONDON - China meningkatkan pembelian minyak mentah Rusia untuk menggantikan pasokan dari Timur Tengah yang menurun, sehingga mempersempit akses India terhadap minyak Rusia dengan harga diskon. Pergeseran arus perdagangan tersebut juga meningkatkan kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan bakar di kawasan Asia.

"Pembelian agresif China meningkatkan risiko kekurangan bahan bakar parah di seluruh Asia," demikian laporan Reuters yang mengutip data Kpler, Jumat (21/8/2026).

Baca Juga: Bikin Geger, Hakim di Negara Arab Izinkan Transgender Ubah Jenis Kelamin

Berdasarkan data Kpler, impor minyak mentah Rusia melalui jalur laut ke China diperkirakan mencapai 1,25 juta barel per hari (bph) pada Agustus 2026. Meski turun dari 1,423 juta bph pada Juli, volume tersebut tetap menjadi salah satu tingkat tertinggi sejak April 2026.

Pergeseran pasokan terlihat dari meningkatnya pengiriman minyak dari terminal Eropa Rusia, terutama jenis Urals, yang mencapai 31% dari total impor minyak Rusia China pada Agustus. Kondisi tersebut berbeda dengan pola sebelumnya ketika China lebih banyak mengandalkan minyak ESPO dari pelabuhan-pelabuhan di wilayah timur Rusia.

Perubahan arus perdagangan tersebut berdampak langsung terhadap India yang sebelumnya menjadi pembeli utama minyak Rusia dari terminal Eropa. Impor minyak mentah Rusia India diperkirakan turun menjadi 1,87 juta bph pada Agustus, dari 2,79 juta bph pada Juli dan 2,73 juta bph pada Juni.

Read Entire Article
Prestasi | | | |