loading...
Persaudaraan Umat Islam (PUI) mengapresiasi langkah cepat Polri dalam mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Ketua KontraS Andrie Yunus. Mereka juga mendesak penuntasan kasus besar yang hingga kini belum sepenuhnya terungkap. Foto/Ist
JAKARTA - Persaudaraan Umat Islam (PUI) mengapresiasi langkah cepat Polri dalam mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Ketua Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus. Apresiasi tersebut disampaikan PUI dalam aksi simpatik yang digelar di depan Mabes Polri, Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Koordinator PUI, Sjahrir Jasim mengatakan bahwa keberhasilan mengungkap kasus secara cepat semestinya menjadi standar bagi penanganan perkara lain, terutama kasus besar yang hingga kini belum sepenuhnya terungkap.
Baca juga: Komnas HAM Tetapkan Aktivis KontraS Andrie Yunus sebagai Pembela HAM
“Ini menunjukkan Polri mampu bekerja cepat dan profesional. Karena itu, publik juga berharap standar yang sama diterapkan dalam kasus-kasus besar yang masih menyisakan pertanyaan,” ujar Sjahrir di sela aksi.
PUI menilai, sejumlah peristiwa seperti Tragedi Kanjuruhan dan peristiwa KM 50 membutuhkan pengungkapan yang tidak hanya tuntas secara hukum formal, tetapi juga komprehensif.
"Polri harus dapat menjawab berbagai aspek yang menjadi perhatian publik, mulai dari standar operasional prosedur (SOP), penggunaan kekuatan, hingga kejelasan rantai komando dalam 2 kasus besar tersebut," ujarnya.


















































