Din Syamsuddin: Kita Tak Boleh Menutup Mata pada Gejala Keretakan

3 hours ago 2

loading...

Ketua CDCC Din Syamsuddin mengatakan ada banyak gejala keretakan di depan mata yang bisa memecah belah bangsa. Foto/Annastasya

JAKARTA - Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) mengungkap pentingnya kerukunan dan kemajemukan masyarakat di tahun 2026 ini. Kerukunan ini ditekankan di tengah maraknya polemik sosial dan politik yang perlu diperhatikan memasuki tahun yang baru.

Ketua CDCC Din Syamsuddin mengatakan ada banyak gejala keretakan di depan mata yang bisa memecah belah bangsa. Ia mengajak masyarakat lebih peka dan peduli demi memertahankan kerukunan bangsa.

“Kita tidak boleh menutup mata dan telinga terhadap gejala retaknya kebersamaan, baik yang bersumber dari sentimen primordial SARA maupun perbedaan kepentingan sosial, ekonomi, dan politik. Perbedaan kepentingan ekonomi-politik ini juga kerap menjadi pemicu menguatnya konflik bernuansa primordial,” ungkap Din di Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026).

Baca juga: Bonatua Fokus Teliti Dokumen Publik Gibran, Bukan Persoalan Personal

Din menyoroti seringnya terjadi perpecahan dan kericuhan yang tak jarang imbas dari masalah politik dan pemerintahan. Salah satunta fenomena ketidakpuasan sosial dan demonstrasi masyarakat yang terjadi pada Agustus dan awal September 2025.

Unjuk rasa di berbagai daerah terjadi karena kondisi dan masalah ketidakadilan ekonomi dan sosial secara luas, kecemasan kelas menengah dan tekanan ekonomi yang meluas di sektorinformal dan golongan bawah.

Read Entire Article
Prestasi | | | |