loading...
Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) yang sering dikenal dengan istilah pemekaran kabupaten sudah lama terdengar keras di Kabupaten Bogor. Isu yang menguat yakni pemekaran Kabupaten Bogor Barat dan Kabupaten Bogor Timur. Foto: Ist
BOGOR - Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) yang sering dikenal dengan istilah pemekaran kabupaten sudah lama terdengar keras di Kabupaten Bogor. Isu yang menguat yakni pemekaran Kabupaten Bogor Barat dan Kabupaten Bogor Timur.
“Terutama pemekaran Kabupaten Bogor Barat, itu sejak tahun 2004 diusulkan kepada Kementerian Dalam Negeri untuk terjadi pemekaran. Namun sampai saat ini sudah lebih dari 20 tahun belum juga bisa terwujud,” ujar Founder Visi Nusantara Maju Yusfitriadi, Kamis (18/12/2025).
Kang Yus, sapaan akrabnya menjelaskan dalam perspektif kajian ilmiah dan kelayakan sudah selesai sejak lama kajiannya. Sehingga scoring dalam berbagai sisi sudah menunjukkan kelayakan. Begitu juga dengan Bogor Timur.
Baca juga: Melalui Otonomi Daerah, Pangandaran Terus Lakukan Terobosan Pembangunan
“Hanya satu faktor yang menyebabkan daerah pemekaran belum bisa terwujud sampai hari ini yaitu moratorium,” ujarnya.
“Sehingga bagi saya moratorium tersebut bukanlah harga mati, oleh karena itu harus terus diikhtiarkan denngan kuat dan secara kolektif oleh semua elemen masyarakat Kabupaten Bogor agar pemekaran daerah di Kabupaten Bogor terwujud. Salah satu kunci pentingnya melalui relasi politik,” tambahnya.
Keberanian Bupati dan Wakil Bupati Bogor periode 2025-2030 dalam mendorong daerah pemekaran di Kabupaten Bogor baik Bogor Barat maupun Bogor Timur perlu diapresiasi dan diacungkan jempol.
Selama 20 tahun pemekaran tersebut digaungkan, bahkan pergantian bupati sudah terjadi selama 5 kali, dukungan tersebut tidak pernah menemukan indikator bentuk kongkret dukungannya.
















































