Dosen IPB University Tegaskan Superflu Bukan Penyakit Baru, Ini Penjelasan Lengkapnya

3 hours ago 4

loading...

Istilah superflu merujuk pada virus influenza A subtipe H3N2, khususnya subklade K, yang menyebar lebih cepat. Foto/Kid Care Pediatric.

JAKARTA - Istilah superflu bukanlah nama penyakit baru, melainkan sebutan populer untuk menggambarkan peningkatan kasus influenza yang disebabkan oleh strain tertentu virus influenza .

Hal ini disampaikan oleh Dosen Fakultas Kedokteran IPB University Desdiani. Menurut dia, istilah superflu merujuk pada virus influenza A subtipe H3N2, khususnya subklade K, yang menyebar lebih cepat dan menyebabkan lonjakan signifikan kasus flu musiman. Hampir 90 persen kasus flu terbaru dilaporkan disebabkan oleh strain ini.

Meski demikian, Desdiani menyatakan bahwa istilah tersebut tidak dimaksudkan sebagai klasifikasi ilmiah baru, tetapi untuk menyoroti perubahan perilaku virus yang terus berevolusi.

Baca juga: Perbedaan Super Flu vs Pilek Biasa, Ini Cara Mencegahnya

“Virus influenza terus mengalami mutasi untuk menghindari sistem kekebalan tubuh manusia. Karena itu, vaksin flu perlu diperbarui secara berkala. Subtipe influenza A/H3N2 sendiri telah ada sejak 1968 dan sudah mengalami lebih dari selusin perubahan,” katanya, melalui siaran pers, Senin (12/1/2026).

Meskipun musim flu tahun ini dimulai lebih awal, tingkat penyebaran dan keparahan penyakit masih berada dalam batas normal untuk musim influenza.

Hal yang perlu mendapat perhatian utama, menurutnya, adalah beban terhadap sistem layanan kesehatan di berbagai wilayah, yang sangat bergantung pada aktivitas virus serta ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |