Eropa Genting, Prancis Hati-hati Tanggapi Seruan Boikot Piala Dunia 2026 Amerika Serikat

2 hours ago 5

loading...

Eropa Genting, Prancis Hati-hati Tanggapi Seruan Boikot Piala Dunia 2026 Amerika Serikat

Situasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Uni Eropa kian memanas dan mulai merembet ke dunia olahraga. Sejumlah negara Eropa disebut melontarkan wacana boikot Piala Dunia 2026 menyusul kontroversi kebijakan Amerika Serikat yang ingin mencaplok Greenland, wilayah otonom milik Denmark. Namun, Prancis memilih bersikap hati-hati dan menolak terburu-buru mengamini seruan tersebut.

Amerika Serikat, yang menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko, tengah disorot tajam setelah Presiden Donald Trump kembali melontarkan ambisi untuk menguasai Greenland. Langkah itu dinilai melanggar kedaulatan Denmark sekaligus mencederai prinsip aliansi NATO, sehingga memicu kemarahan sejumlah negara Eropa.

Ketegangan makin meningkat setelah AS mengumumkan ancaman tarif impor terhadap delapan negara Eropa, termasuk Prancis, Jerman, dan Denmark. Tarif awal sebesar 10 persen disebut akan naik hingga 25 persen mulai Juni 2026, sebagai tekanan politik agar Denmark melepas Greenland. Kebijakan “America First” ini memantik respons keras dari Uni Eropa yang menyiapkan tarif balasan dan instrumen anti-pemaksaan ekonomi.

Baca Juga: 5 Negara Besar Berpotensi Boikot Piala Dunia 2026, Buntut Kebijakan Luar Negeri AS

Dalam konteks tersebut, muncul seruan agar negara-negara Eropa memboikot Piala Dunia 2026. Isu ini diperparah dengan kebijakan pembatasan visa Amerika Serikat yang berdampak pada sejumlah negara peserta Piala Dunia, seperti Senegal dan Pantai Gading. Meski tim dan ofisial masih diizinkan masuk, para suporter dari negara-negara tersebut terancam tak bisa menyaksikan langsung pertandingan di AS.

Read Entire Article
Prestasi | | | |