Gus Lilur Dukung Gus Kikin Susun Kepengurusan PBNU Berbasis Meritokrasi

4 hours ago 3

loading...

Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) saat ditemui di kediaman Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah H. Amodi di Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026). Foto/Achmad Al Fiqri

JAKARTA - Tokoh Muda NU HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy (Gus Lilur) mendukung Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin untuk merestrukturisasi kepengurusan secara profesional, egaliter, dan representatif secara nasional. Gus Lilur mengatakan bahwa ketua umum terpilih memiliki hak prerogatif sekaligus tanggung jawab konstitusional untuk mentransformasikan kepemimpinan melalui portofolio kader yang mumpuni.

Penilaian terhadap figur-figur potensial harus didasarkan pada rekam jejak, kapasitas manajerial, dan integritas, bukan pada stigma masa lalu atau afiliasi politik partisan. “Penyusunan kepengurusan PBNU harus bertumpu pada indikator profesionalisme dan meritokrasi. Sangat tidak rasional apabila dinamika internal dikerdilkan oleh prasangka politik sempit. NU adalah entitas multisektoral yang membutuhkan kapasitas kepemimpinan yang adaptif dan teruji,” ujar Gus Lilur di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Menanggapi munculnya nama Lukman Edy dalam bursa Sekretaris Jenderal PBNU, Gus Lilur menilai bahwa rekam jejak yang bersangkutan di ranah eksekutif maupun tata kelola organisasi merupakan aset rekam jejak yang objektif. Pembentukan opini publik yang mengaitkan kehadiran figur tertentu dengan narasi ‘PKB Come Back’ dinilai sebagai wujud simplifikasi politik yang destruktif bagi konsolidasi organisasi.

Baca juga: Pascamuktamar ke-35 NU, PCNU Tangsel Dorong PBNU Padukan Kekuatan Ulama dan Teknokrat

Read Entire Article
Prestasi | | | |