Harta Karun Greenland Tak Mudah Digali, Ambisi Trump Terganjal Realita Alam Arktik

3 hours ago 5

loading...

Proyek The White Mountain (Qaqortorsuaq) adalah tambang anortosit kaya kalsium yang sedang dikembangkan di Greenland. FOTO/Mining Technology

KOPENHAGEN - Tambang Qaqortorsuaq milik Lumina Sustainable Materials menjadi satu-satunya operasi pertambangan aktif di Greenland. Meski berada di wilayah Arktik yang kaya mineral dan kini menjadi sorotan global seiring dorongan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menguasai kawasan tersebut, tambang ini hingga kini belum mencatatkan keuntungan.

Berada di perairan terpencil Arktik, tambang Qaqortorsuaq hanya dapat diakses dengan kapal atau helikopter, sekitar 80 kilometer di sebelah barat Kangerlussuaq, tanpa akses jalan darat. Tambang ini menambang anortosit, mineral industri yang digunakan untuk serat kaca dan bahan bangunan, dengan tantangan logistik tinggi karena pengiriman suku cadang peralatan bisa memakan waktu satu hingga dua minggu.

"Kami harus memikirkan segalanya karena tidak bisa langsung telepon dan harap suku cadang datang pagi harinya," ujar Direktur Pelaksana Lumina, Bent Olsvig Jensen, saat dikunjungi Business Insider pada Juni lalu, dikutip Minggu (11/1/2026).

Baca Juga: AS Akan Beli Greenland, Setiap Warganya Diimingi Rp1,6 Miliar

Produksi di tambang ini dimulai pada 2008 setelah melalui 11 tahun eksplorasi dan beroperasi 24 jam sepanjang tahun. Target produksi ditetapkan mencapai 400.000 ton pada 2026. Namun, meski mendapat dukungan dana ekuitas swasta dari Kanada dan Swiss melalui Cordiant Capital serta Apex, tambang tersebut belum mencapai titik impas, kata Ketua Kehormatan Cordiant Capital James Kiernan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |