Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim

21 hours ago 14

loading...

Teori Soal Iklim. Foto/ viet

NEW YORK - AI digunakan dalam prakiraan cuaca dan pemodelan iklim, tetapi teknologi ini masih memiliki keterbatasan dan belum dapat menggantikan fisika iklim.

AI semakin banyak diterapkan dalam peramalan cuaca dan pemodelan iklim, tetapipara ilmuwanpercaya bahwa ini belum menjadi revolusi yang dapat sepenuhnya menggantikan metode tradisional.

Di bidang ini, AI terutama dipahami sebagai pembelajaran mesin, sebuah teknologi yang memungkinkan komputer untuk mengenali pola dalam data. Pembelajaran mesin berbeda dari pemodelan bahasa besar, yang sering digunakan dalam chatbot.

Model pembelajaran mesin dapat memproses sejumlah besar data, mengenali hubungan yang kompleks, dan membuat prediksi jauh lebih cepat daripada beberapa model tradisional.

Dalam peramalan cuaca, pembelajaran mesin terbukti sangat efektif. Pusat Peramalan Cuaca Jangka Menengah Eropa (ECMWF) telah mengoperasikan model berbasis pembelajaran mesin pertamanya sejak Februari 2025, yang berjalan bersamaan dengan sistem peramalan yang sudah ada.

Menurut ECMWF, satu kali menjalankan model tradisional mengkonsumsi energi sekitar 1.000 kali lebih banyak daripada model pembelajaran mesin dan membutuhkan waktu sekitar 30 menit, sedangkan model pembelajaran mesin hanya membutuhkan waktu sekitar 3 menit.
.
Namun, kelemahan utama pembelajaran mesin adalah ketergantungannya pada data pelatihan. Jika peristiwa cuaca ekstrem tidak cukup sering terjadi dalam data masa lalu, model tersebut mungkin meremehkan frekuensi atau intensitasnya. Ini merupakan masalah penting karena prediksi akurat tentang peristiwa ekstrem memiliki implikasi langsung terhadap keselamatan manusia.

Read Entire Article
Prestasi | | | |