Ilmuwan Prediksi Letusan Anak Krakatau 2026 Mendinginkan Bumi?

5 hours ago 15

loading...

Ilmuwan Prediksi Letusan Anak Krakatau 2026. Foto/ NASA

JAKARTA - Letusan Anak Krakatau memunculkan pertanyaan mengenai apakah fenomena tersebut dapat berdampak pada suhu global.

Namun, terlepas dari pelepasan kepulan abu dan gas yang tebal, para ahli menjelaskan bahwa letusan tersebut tidak cukup besar untuk memengaruhi iklim global secara signifikan atau meredam pemanasan yang diperkirakan akan terjadi akibat fenomena El Niño yang kian menguat.

Menurut Dan DePodwin, Direktur Senior Operasi Prakiraan Cuaca di AccuWeather, kepulan abu dari Krakatau sebagian besar tetap berada di troposfer dan tidak mencapai stratosfer.

"Letusan tersebut kemungkinan hanya berdampak jangka pendek dan bersifat lokal terhadap suhu," ujarnya.

Badan meteorologi Indonesia juga melaporkan adanya deteksi material vulkanik pada ketinggian hingga 15.240 meter (m) di sebelah barat dan 6.096 m di sebelah timur Anak Krakatau.

Kepulan tersebut tetap berada di bawah tropopause—batas antara troposfer dan stratosfer.

Agar letusan gunung berapi dapat menyebabkan pendinginan global yang signifikan, letusan tersebut harus melepaskan sulfur dioksida dalam jumlah besar hingga ke ketinggian tinggi, mencapai stratosfer.

Read Entire Article
Prestasi | | | |