Imbas Perang, Arab Saudi Batalkan Pengiriman Minyak ke Kilang-kilang Eropa

5 hours ago 10

loading...

Kilang minyak di Arab Saudi. Foto/oilandgasmiddleeast.com

RIYADH - Arab Saudi telah memberi tahu setidaknya dua pelanggan kilang minyak di Eropa bahwa mereka tidak akan menerima alokasi minyak mentah pada bulan Oktober. Pembatalan itu seiring dampak perang di Timur Tengah terhadap pasar energi global.

Kilang-kilang Eropa membeli minyak mentah Arab Saudi berdasarkan kontrak jangka panjang yang menjamin pasokan bulanan tetap, namun perusahaan energi dapat membatalkan pengiriman tersebut dalam keadaan luar biasa, yang dikenal sebagai force majeure.

Awal bulan ini, Qatar memperpanjang status force majeure untuk pengiriman gas alam cair hingga awal November akibat blokade maritim di Selat Hormuz.

Arab Saudi tampak lebih terlindungi dari konflik tersebut berkat Pipa Timur-Barat (East-West Pipeline) yang membentang dari Teluk hingga pelabuhan Yanbu di Laut Merah, yang memungkinkan kerajaan tersebut menghindari persaingan antara Iran dan AS dalam memperebutkan kendali atas Selat Hormuz.

Pipa ini memungkinkan Arab Saudi mengekspor sekitar dua pertiga dari volume minyaknya sebelum perang, atau sekitar empat juta barel per hari (bpd).

Pekan lalu, satu serangan pesawat nirawak (drone) melumpuhkan pipa tersebut. Arab Saudi menyatakan serangan itu berasal dari Irak, tempat bercokolnya milisi yang bersekutu dengan Iran.

Read Entire Article
Prestasi | | | |