Indonesia dan Belanda Resmi Jadi Co-Host UN Peacekeeping Ministerial 2027 di Jakarta

3 hours ago 12

loading...

Serah terima peran host UNPM dilakukan dalam pertemuan Special Committee on Peacekeeping Operations di Markas Besar PBB, New York, pada 17 September 2026. Foto/kemlu ri

NEW YORK - Keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan hal yang tidak dapat ditawar. Di tengah tantangan operasi yang semakin kompleks, keterbatasan sumber daya, serta berkembangnya ancaman terhadap personel di lapangan, penguatan perlindungan dan kemampuan operasi pemeliharaan perdamaian menjadi semakin penting untuk memastikan pelaksanaan mandat secara efektif.

Sebagai salah satu kontributor utama pasukan pemeliharaan perdamaian PBB, Indonesia turut menghadapi berbagai tantangan dan risiko tersebut.

Pada Maret–April 2026, empat peacekeepers Indonesia yang bertugas dalam UNIFIL gugur dalam rangkaian insiden di Lebanon.

Risiko tersebut tidak mengurangi komitmen Indonesia untuk terus berkontribusi terhadap pemeliharaan perdamaian PBB, yang telah berlangsung selama lebih dari enam dekade.

Indonesia pertama kali mengirimkan peacekeepers pada tahun 1957 melalui UNEF di Sinai, Mesir. Sejak saat itu, Indonesia telah mengirimkan lebih dari 60.000 pasukan pemeliharaan perdamaian ke berbagai belahan dunia.

Read Entire Article
Prestasi | | | |