Ingin Punya Payung Nuklir, Turki Akan Bergabung dengan Pakta Militer Saudi - Pakistan

18 hours ago 10

loading...

Turki akan bergabung dengan pakta militer Saudi dan Pakistan karena ingin memiliki senjata nuklir. Foto/X/@ConflictTR

ISTANBUL - Turki berupaya bergabung dengan Arab Saudi dan Pakistan dalam aliansi militer bergaya NATO. Itu berpotensi menciptakan keselarasan keamanan baru yang dapat memengaruhi keseimbangan regional.

Menurut sebuah laporan Bloomberg, “Pada bulan September, Arab Saudi dan Pakistan menandatangani pakta pertahanan yang memperlakukan “setiap agresi” terhadap satu anggota sebagai serangan terhadap semua, meniru Pasal 5 NATO.”

“Pembicaraan tentang partisipasi Turki berada pada tahap lanjut, dan kesepakatan dianggap mungkin,” tulis laporan tersebut, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut yang berbicara dengan syarat anonim, dilansir Press TV.

“Ankara juga memandang kesepakatan ini sebagai cara untuk memperkuat keamanan dan pencegahan di tengah pertanyaan tentang keandalan AS dan komitmen Presiden Donald Trump terhadap NATO, di mana Turki adalah anggotanya,” tambah surat kabar itu.

Baca Juga: AS Ancam Iran Agar Tidak Kerahkan Pejuang Hizbullah untuk Bantai Demonstran

Ketiga negara akan mendapat manfaat dari aliansi semacam itu berdasarkan kontribusi masing-masing, menurut Nihat Ali Ozcan, seorang ahli strategi di lembaga think tank TEPAV yang berbasis di Ankara.

Arab Saudi memiliki sumber daya keuangan yang signifikan karena cadangan minyaknya, Pakistan memiliki senjata nuklir, rudal balistik, dan tentara tetap yang besar, dan Turki memiliki tentara dengan pengalaman tempur dan industri pertahanan yang maju, termasuk produksi drone canggih.

Read Entire Article
Prestasi | | | |