loading...
Iran siap gunakan senjata baru dan ubah geografi perang. Foto/X
TEHERAN - Serangan baru apa pun terhadap Iran akan memicu perubahan signifikan dalam peta wilayah perang dan persenjataan baru yang digunakan. Itu diungkapkan juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Brigadir Jenderal Kelas Dua Hossein Mohebbi
"Jika agresi lain terjadi, pasti akan ada perubahan signifikan dalam pertahanan dan serangan balasan kami," kata Brigadir Jenderal Kelas Dua Hossein Mohebbi pada hari Senin, seraya menambahkan, "Kami pasti akan mengubah peta wilayah perang."
Ia mengatakan Iran akan memperkenalkan senjata dan peralatan militer baru dengan kemampuan baru, seraya menambahkan bahwa "dunia akan dibuat takjub" oleh hal-hal tersebut.
Mohebbi juga menyebutkan beberapa bidang di mana Amerika Serikat telah mengalami kekalahan strategis dalam perang tanpa provokasi yang dilancarkannya terhadap Republik Islam tersebut.
"Amerika Serikat telah kalah dalam perang ini, dan kekalahannya merupakan kekalahan yang bersejarah sekaligus memalukan, namun mereka tidak memiliki keberanian untuk mengakui dan menerima kekalahan ini," ujarnya, dilansir Press TV.
AS dan rezim Israel melancarkan perang kriminal pertama mereka terhadap Iran, yang berlangsung selama 12 hari, pada bulan Juni 2025. Agresi kedua mereka dimulai pada 28 Februari 2026 dan terhenti pada awal April setelah berlangsung selama 40 hari.


















































