Kemenag Perkuat Perlindungan Anak, Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Instrumen Tekan Bullying

1 hour ago 4

loading...

Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng Save the Children Indonesia di Jakarta, Senin (21/9/2026). Hal ini untuk memperkuat pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga aman, inklusif, dan bebas bullying. Foto: Ist

JAKARTA - Perlindungan anak menjadi salah satu fokus penguatan pendidikan keagamaan di Indonesia. Karena itu, Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng Save the Children Indonesia untuk memperkuat pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga aman, inklusif, dan bebas dari praktik diskriminasi maupun bullying.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kemenag dan Save the Children Indonesia.

Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan, kerja sama ini dibangun di atas kesamaan visi dalam memastikan anak-anak Indonesia memperoleh hak pendidikan sekaligus perlindungan yang memadai.

Baca juga: 4 Negara dengan Kasus Bullying Tertinggi

“Kita sama-sama tahu bahwa Kementerian Agama dan Save the Children memiliki visi yang sama, program yang sama, terkait dengan bagaimana anak-anak Indonesia mendapatkan kesempatan mendapatkan pendidikan yang baik dan aman, mendapatkan perlindungan, serta terbebas dari praktik-praktik yang tidak produktif seperti bullying dan lain-lain,” ujar Kamaruddin di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Menurut dia, sinergi dengan Save the Children memiliki relevansi kuat dengan sejumlah program prioritas Kemenag, termasuk kurikulum berbasis cinta dan ekoteologi. Kolaborasi tersebut bukan untuk membuat kurikulum baru, Kemenag tetap menggunakan kurikulum yang telah ada. Sementara, Save the Children akan bersinergi dalam penguatan implementasinya di lapangan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |