loading...
Hossein Pedaran, pria Iran yang dieksekusi gantung atas tuduhan menjadi mata-mata Mossad. Dia dituduh membocorkan lokasi situs rudal Isfahan kepada badan intelijen Israel. Foto/Iran International
TEHERAN - Iran telah mengeksekusi gantung seorang pria lokal atas tuduhan menjadi mata-mata untuk badan intelijen Israel, Mossad. Pria bernama Hossein Pedaran itu dituduh telah membocorkan lokasi situs rudal di Isfahan kepada badan mata-mata Zionis Israel.
Eksekusi gantung diumumkan lembaga kehakiman Iran pada Sabtu (19/9/2026). Ini menjadi kasus terbaru dalam serangkaian eksekusi terkait spionase Mossad di republik Islam.
Baca Juga: Militer Iran Pulih Sangat Cepat usai Perang, IDF dan Mossad Terkejut
Situs lembaga kehakiman Iran, Mizan, menyebutkan bahwa Hossein Pedaran telah dinyatakan bersalah atas tuduhan spionase dan bekerja sama dengan intelijen Israel, yang kemudian dijatuhi hukuman mati. Hukuman tersebut telah dikuatkan oleh Mahkamah Agung Iran.
Iran tidak mengungkap kapan penangkapan terhadap Pedaran dilakukan. Mizan memublikasikan laporan panjang mengenai apa yang disebut sebagai pengakuan Pedaran.
Menurut laporan tersebut, Pedaran awalnya menghubungi Badan Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) dan menawarkan kerja sama, tetapi tidak mendapat respons. Dia kemudian menghubungi Mossad dan mendapat balasan beberapa hari kemudian dari seorang petugas yang memperkenalkan diri dengan nama "Ben" menggunakan nomor WhatsApp Belanda.


















































