loading...
Iran melayangkan ancaman paling ekstrem sepanjang krisis geopolitik Timur Tengah, dengan tidak akan membiarkan seliter minyak pun keluar dari Selat Hormuz dan Teluk Persia. Foto/Dok
JAKARTA - Iran melayangkan ancaman paling ekstrem sepanjang krisis geopolitik Timur Tengah. Pemerintah Teheran mengancam tidak akan membiarkan seliter minyak pun keluar dari Selat Hormuz dan Teluk Persia, jika negara-negara tetangganya mendukung strategi isolasi ekonomi yang digalang Amerika Serikat (AS).
Pernyataan keras ini disampaikan oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi atau Supreme National Security Council (SNSC), Mohsen Rezaei merespons seruan Menteri Keuangan (Menkeu) AS Scott Bessent yang mengajak sekutu global bergabung dalam "operasi isolasi ekonomi paling terkoordinasi dalam sejarah dunia" atau yang dijuluki Presiden Donald Trump sebagai "Economic D-Day".
Rezaei secara terbuka menegaskan bahwa negara tetangga yang memilih memihak Washington akan langsung dikategorikan sebagai musuh aktif Tehran. Selain mengunci Selat Hormuz, Iran bersiap menggempur rute-rute ekspor minyak mentah alternatif yang digunakan negara-negara Teluk.
Baca Juga: Hindari Selat Hormuz, Saudi Aramco Jual 4 Juta Barel Minyak ke China via Fujairah
Sambung Rezaei memperingatkan, Presiden Donald Trump bahwa setiap tindakan konfrontatif tambahan dari AS akan dibalas secara "seismic" (berdampak sistemik hebat).


















































