Iran Tepis 12.000 Orang Tewas dalam Demo Rusuh: 'Itu Dilebih-lebihkan, Hanya Ratusan'

3 hours ago 6

loading...

Iran tepis jumlah korban tewas dalam demo rusuh mencapai 12.000 orang. Menurut Teheran, hanya ratusan orang tewas dan itu bukan hasil represi aparat negara. Foto/Screenshot video CBS News

TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menepis laporan dari tokoh oposisi dan putra mahkota yang diasingkan; Reza Pahlavi, terkait jumlah korban tewas dalam demo rusuh yang mencapai 12.000 orang. Menurutnya, angka yang benar hanya ratusan orang dan itu bukan akibat represi aparat negara.

Araghchi menyalahkan Israel dan "elemen teroris" asing atas kerusuhan di dalam negeri. Itu disampaikan selama wawancara yang penuh perdebatan dengan pembawa acara Fox News, Brett Baier, pada hari Rabu.

Baca Juga: Iran Tutup Wilayah Udaranya, Serangan AS Dilaporkan Segera Terjadi

Araghchi mengatakan kekerasan selama kerusuhan bukanlah hasil represi aparat negara, tetapi bentrokan antara pasukan keamanan dan kelompok yang didukung asing yang berupaya memprovokasi Amerika Serikat untuk berperang dengan Iran.

"Itu adalah pertempuran antara pasukan keamanan kami dan elemen teroris," katanya, menggambarkan peristiwa tersebut sebagai "perang internal skala penuh".

Baier berulang kali membantah, mengutip kesaksian saksi dari dalam Iran yang menggambarkan sniper menembaki kerumunan, jumlah korban yang tinggi, dan video yang menunjukkan mayat-mayat dikeluarkan dari jalanan. Dia mengatakan bahwa laporan-laporan tersebut bertentangan dengan keterangan resmi Teheran.

Araghchi menolak laporan-laporan tersebut sebagai informasi palsu. "Rekaman yang Anda sebutkan belum pernah dilihat di Iran dan itu adalah kampanye disinformasi yang sedang berlangsung pada saat yang sama," katanya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |