loading...
Jet tempur AS berada di kapal induk dalam perang melawan Iran. Foto/anadolu
TEHERAN - Komando militer pusat Iran menolak ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menghancurkan infrastruktur vital negara itu jika Iran tidak menerima kesepakatan damai dalam waktu 48 jam. Ancaman itu muncul di tengah perang yang masih berlangsung antara Iran dan AS-Israel.
Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi, dalam pernyataan dari Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, mengatakan, “Ancaman presiden AS itu adalah tindakan yang tidak berdaya, gugup, tidak seimbang, dan bodoh."
"Jika musuh Amerika-Zionis melakukan agresi apa pun, kami akan, tanpa batasan, menyerang semua infrastruktur yang digunakan tentara teroris AS, serta infrastruktur rezim Zionis, secara terus-menerus dan menghancurkan," tegas dia.
Seperti yang telah kami laporkan sebelumnya, Trump menulis di Truth Social, "Ingat ketika saya memberi Iran sepuluh hari untuk MEMBUAT KESEPAKATAN atau MEMBUKA SELAT HORMUZ," tulis Trump. “Waktu hampir habis – 48 jam sebelum neraka akan menimpa mereka. Kejayaan untuk Tuhan.”
Sebagai tanggapan, Aliabadi memperingatkan, “Makna sederhana dari pesan ini adalah bahwa pintu neraka akan terbuka untuk kalian.”
Sementara itu, selain lima korban tewas yang dilaporkan, setidaknya 170 orang lainnya terluka dalam serangan AS-Israel yang menargetkan fasilitas petrokimia di Iran barat daya, menurut media pemerintah Iran.
Kantor berita IRNA mengutip seorang pejabat setempat di provinsi Khuzestan yang mengatakan serangan itu menghantam beberapa perusahaan di Zona Ekonomi Khusus Mahshahr untuk petrokimia.


















































