loading...
PM Benjamin Netanyahu sambangi wilayah sekitar Dimona yang hancur akibat serangan rudal balasan Iran. Foto/Avi Ohayon/GPO
TEL AVIV - Laporan media Turki, Harberler, mengkritisi perilaku "playing victim" yang sedang diperankan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.
Pemimpin rezim Zionis itu merasa negaranya jadi korban serangan rudal Iran yang menghancurkan kota Dimona dan Arad pada 21 Maret, padahal serangan itu merupakan pembalasan Teheran setelah situs nuklir Natanz diserang Israel dan Amerika Serikat (AS) pada hari yang sama.
Baca Juga: Mossad Gagal Gulingkan Rezim Iran, PM Israel Benjamin Netanyahu Frustrasi
Tak hanya mengeluhkan serangan Iran, Netanyahu juga meminta bantuan dari dunia internasional untuk menindak Teheran dengan dalih serangan terhadap kota Dimona dan Arad menargetkan warga sipil.
"Netanyahu brazenly took on the role of a victim: Iran's intention is to kill civilians [Netanyahu dengan berani mengambil peran sebagai korban: Niat Iran adalah untuk membunuh warga sipil," bunyi judul laporan kritis media Timur Tengah tersebut.
Menggambarkan Sabtu malam lalu sebagai "malam yang sangat sulit", Netanyahu menggunakan hak untuk hidup anak-anak, orang tua, dan keluarga Israel, yang sebelumnya dia abaikan, sebagai tameng politik untuk menyerukan kepada para pemimpin dunia bebas. Dia bertanya, "Apa yang kalian tunggu?"
















































