Jenderal Iran Balas Ancaman Agresi AS: Amerika Akan Menerima Pukulan Menghancurkan!

2 hours ago 9

loading...

Pesawat E-3 Sentry AWACS Amerika Serikat hancur diserang Iran di Pangkalan Prince Sultan, Arab Saudi. Militer Iran siap merespons keras agresi lanjutan AS dan Israel. Foto/NBC News

TEHERAN - Juru bicara senior Angkatan Bersenjata Iran Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi telah membalas ancaman agresi lanjutan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap negara Islam tersebut. Dia mengatakan setiap tindakan militer “bodoh” Washington terhadap Teheran akan dibalas dengan respons yang keras dan menghancurkan.

Berbicara kepada wartawan mengenai ancaman agresi lanjutan dari Washington, Shekarchi menegaskan bahwa Amerika Serikat akan menghadapi konsekuensi yang lebih berat jika mencoba menargetkan Iran lagi.

Baca Juga: AS dan Israel Bersiap Bombardir Iran Lagi, Paling Cepat Minggu Depan

“Mengulangi tindakan bodoh apa pun untuk mengimbangi hilangnya muka Amerika dalam ‘Perang Ketiga yang Dipaksakan’ terhadap Iran tidak akan menghasilkan apa pun bagi negara itu selain menerima pukulan yang lebih keras dan menghancurkan,” kata Shekarchi.

Pejabat senior militer tersebut mengeklaim bahwa pemerintahan AS beroperasi dari posisi putus asa dan memperingatkan bahwa pasukan Iran siap untuk mengerahkan tindakan taktis agresif dan tanpa pemberitahuan jika terjadi konflik.

“Presiden AS [Donald Trump] yang putus asa harus tahu bahwa jika ancaman ini terwujud dan agresi baru dilancarkan terhadap Iran Islam, aset dan militer mereka yang telah menipis akan menghadapi skenario baru, ofensif, mengejutkan, dan seperti badai,” kata Shekarchi, seperti dikutip WANA News Agency, Senin (18/5/2026).

Jenderal tersebut menyimpulkan dengan memperingatkan bahwa pasukan AS akan mendapati diri mereka terjebak dalam krisis yang mereka ciptakan sendiri. "Mereka akan tenggelam dalam rawa yang mereka buat sendiri, yang merupakan akibat langsung dari kebijakan petualang presiden tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, The New York Times pada pekan lalu melaporkan AS dan Israel sedang mempersiapkan serangan gabungan lagi terhadap Iran. Mengutip dua pejabat Timur Tengah, laporan itu menyebutkan bahwa serangan terbaru paling cepat dimulai minggu depan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |