loading...
Fleksibilitas kini telah menjadi salah satu persyaratan dasar. Hal ini sempat menjadi faktor pembeda selama beberapa tahun, tetapi kini, bagi banyak trader, hal ini terasa seperti ekspektasi minimal. Foto/Dok. SindoNews
JAKARTA - Sepuluh tahun lalu, trading ritel sebagian besar berpusat di terminal desktop yang terinstal. Model tersebut mulai memudar. Finance Magnates Intelligence memperkirakan perangkat seluler menyumbang 64,6% dari transaksi trading ritel pada tahun 2025.
Berdasarkan survei Financial Lives 2024 dari FCA, terdapat 1,6 juta orang dewasa di Inggris yang menggunakan aplikasi trading, dengan 47% di antaranya masuk dalam kelompok usia 18-34 tahun. Tempat Anda trading kini telah menjadi fitur produk.
Arti Fleksibilitas Saat Ini
Fleksibilitas mengacu pada sejauh mana lingkungan trading beradaptasi dengan pengguna. Secara umum, ini bisa mencakup fleksibilitas posisi, integrasi API, layanan copy trading, solusi trading otomatis, atau sekadar kemampuan untuk beralih antara platform desktop, seluler, dan web. Meskipun daftar fitur dapat bervariasi di setiap platform, trennya jelas: teknologi beradaptasi dengan gaya trading trader.
Pergeseran ini juga cenderung tercermin dalam pertumbuhan pasar platform trading online yang lebih luas. Mordor Intelligence memperkirakan nilainya sebesar USD12,57 miliar pada tahun 2026, meningkat menjadi USD18,18 miliar pada tahun 2031, dengan penerapan cloud menyumbang 63,42% dari pasar pada tahun 2025.
Terminal browser berada di antara versi desktop terinstal dan versi seluler. Terminal ini melewati tahap penginstalan dan beroperasi di berbagai sistem operasi, yang menjadi penting saat laptop kerja dan komputer rumah memiliki pengaturan berbeda.




















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345673/original/038016200_1789047428-hehe2.jpg)





























