Ketika Hybrid Uzur Pecundangi Ketangguhan Mobil Listrik, PHEV, Bahkan Bensin

17 hours ago 8

loading...

CR mengumpulkan respons dari pemilik sekitar 380.000 kendaraan, mencakup model keluaran tahun 2000 hingga 2025, serta beberapa model awal 2026. Foto: ChatGPT

JAKARTA - Mobil Hybrid—teknologi yang sering dianggap sebagai "jembatan transisi" ke elektrifikasi—justru membuktikan diri sebagai kendaraan paling tangguh di muka bumi. Bahkan, mengalahkan durabilitas mobil bermesin bensin konvensional (ICE) dan mempermalukan tingkat reliabilitas mobil listrik murni (EV) serta Plug-in Hybrid (PHEV).

Bagaimana mungkin? Temuan ini dipaparkan dalam survei reliabilitas tahunan terbaru dari Consumer Reports (CR), lembaga nirlaba konsumen yang berbasis di Amerika Serikat.

Hegemoni Ketangguhan Hybrid

Basis data survei ini tidak main-main. CR mengumpulkan respons dari pemilik sekitar 380.000 kendaraan, mencakup model keluaran tahun 2000 hingga 2025, serta beberapa model awal 2026.

Analisis difokuskan pada jenis powertrain (penggerak) untuk model tahun 2023 hingga 2025.

Hasilnya adalah anomali menarik. Mobil Hybrid standar—yang memadukan mesin bensin, motor listrik, dan baterai kecil—tercatat memiliki 15 persen lebih sedikit masalah dibandingkan mobil berbahan bakar bensin murni.

Ini adalah angka yang signifikan, mengingat mobil bensin telah dikembangkan selama lebih dari satu abad.

Jake Fisher, Direktur Senior Pengujian Otomotif di Consumer Reports, memberikan analisis logis di balik fenomena ini. "Banyak masalah pada EV dan PHEV terjadi karena mereka adalah desain yang lebih baru dibandingkan teknologi gas, sehingga masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki," ujarnya.

Sebaliknya, Fisher menekankan, "Sebagai perbandingan, hibrida telah ada selama hampir tiga dekade, dan teknologinya sudah teruji dan benar (tried and true)."

Read Entire Article
Prestasi | | | |