loading...
Ketua BEM UGM 2025 Tiyo Ardianto. Foto/Dok SindoNews
JAKARTA - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan teror yang diterima Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto bukan dari pemerintah. Tiyo mengaku diteror seusai menyuarakan peristiwa meninggalnya siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Teror semacam ini, yang jelas saya menegaskan, pemerintah tidak pernah. Tidak akan pernah," kata Pigai saat ditemui di kantornya, Jumat (20/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Pigai juga menyatakan dirinya belum mengetahui secara detail perihal teror yang dimaksud. "Kita belum pernah membaca apa bentuk terornya ya. Kita juga tidak tahu siapa yang mengirimkan," ujarnya.
Baca Juga: Respons Istana Tanggapi Dugaan Teror terhadap Ketua BEM UGM
Pigai melanjutkan, Presiden Prabowo sudah menegaskan hukum tidak akan dijadikan alat untuk membungkam kritik. "Oleh karena itulah saya pastikan bahwa teror tidak mungkin dari pemerintah," ucapnya.
Menurut Pigai, kepolisian perlu bergerak guna mengusut perihal dugaan teror tersebut. "Maka kita minta polisi cek, polisi tanya, lakukan penyelidikan. Menurut saya, memang polisi yang harus mengungkap sebenarnya siapa pelaku itu," pungkasnya.
(zik)


















































