loading...
Kapolri ke-5, Jenderal Hoegeng Iman Santoso menyamar jadi hippies dan turun langsung ke lapangan untuk menyelidiki peredaran narkoba yang sedang marak kala itu di Jakarta. Foto/Ist
KAPOLRIKe-5, Jenderal Hoegeng Iman Santoso menyamar jadi hippies dan turun langsung ke lapangan untuk menyelidiki peredaran narkoba yang sedang marak. Kala itu di era tahun 1960-1970-an, kasus penyalahgunaan narkoba di Jakarta merajalela, seiring masuknya budaya asing ke tanah air.

Hoegeng pun menyamar sebagai seorang hippies dengan penampilan berambut gondrong, berkumis tipis, pakaian urakan, sapu tangan diikat di leher, menggenakan kalung, dan menyelipkan bunga mawar di telinganya.
Baca juga: Wasiat Romantis Jenderal Hoegeng Minta Dimakamkan di Tajur Halang Bogor, Ada Pesan Unik di Nisannya
Untuk melengkapi penyamarannya, Hoegeng pun menambah aksesoris patung tengkorak dan mengisap rokok. Alhasil penampilan Hoegeng pun berubah total dan tak ada yang menggenalinya karena dirinya berubah bak seorang hippies yang sedang teler atau mabuk berat.















































