Kolombia Akui Kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan, Arab Saudi Marah Besar!

4 hours ago 7

loading...

Kolombia akui kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan. Foto/X/@4Bassam

MEKKAH - Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan bahwa langkah Kolombia "bertentangan dengan hukum internasional dan resolusi legitimasi internasional yang relevan", serta melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 497 tahun 1981, yang menyatakan bahwa penerapan hukum dan administrasi Israel di Dataran Tinggi Golan milik Suriah adalah "batal demi hukum dan tidak memiliki kekuatan hukum".

"Arab Saudi menegaskan bahwa sikap semacam itu tidak berkontribusi pada pencapaian perdamaian, melainkan merupakan penyimpangan dari posisi internasional yang telah ditetapkan terkait wilayah Golan Suriah yang diduduki," kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan, dilansir Al Jazeera.

Kementerian menambahkan bahwa langkah tersebut "memperkuat logika pemaksaan fait accompli (situasi yang sudah terjadi dan tidak dapat diubah) serta melemahkan upaya-upaya untuk mencapai perdamaian di kawasan tersebut".

Pihaknya menegaskan kembali pendirian tegas Arab Saudi bahwa Golan "adalah wilayah Arab Suriah yang diduduki" dan bahwa setiap langkah yang bertujuan mengubah status hukumnya "tidak menciptakan hak ataupun memberikan legitimasi". Arab Saudi mendesak Kolombia untuk meninjau kembali posisinya dan mematuhi hukum internasional.

Selain Saudi, Suriah mengecam pengakuan Kolombia atas kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki, seraya menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kementerian Luar Negeri Suriah menyatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa bahwa pihaknya "menolak dan mengecam keras" posisi Kolombia tersebut serta menegaskan bahwa wilayah itu "merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah kedaulatannya".

Read Entire Article
Prestasi | | | |