loading...
Komandan Rusia ungkap sistem rudal S-300 telah menembak jatuh jet tempur F-16 buatan AS yang dioperasikan militer Ukraina. Foto/MSgt John Raven/DVIDS via CSIS
MOSKOW - Seorang komandan militer Rusia mengungkap bahwa sistem pertahanan rudal S-300 yang dioperasikan unitnya telah menembak jatuh jet tempur F-16 buatan Amerika Serikat (AS) yang dioperasikan oleh militer Ukraina.
Dalam sebuah wawancara yang disiarkan di Russia-1 pada hari Minggu, komandan tersebut, yang diidentifikasi dengan kode panggilan "Sever", mengatakan kepada jurnalis Vladimir Solovyov bahwa pesawat buatan Amerika itu adalah "target paling menarik" yang pernah dihadapi unitnya.
Baca Juga: Menhan Inggris Sesumbar Ingin Menculik Presiden Rusia Vladimir Putin
Dia mengatakan baterai sistem rudal S-300 tersebut menembakkan dua rudal ke F-16. Rudal pertama merusak pesawat, dan yang kedua memberikan pukulan terakhir.
“Kami membutuhkan banyak waktu untuk mempersiapkan operasi ini. Kami melacak dan mengantisipasinya. Musuh membual bahwa pesawat-pesawat ini tidak dapat dihancurkan. Ternyata, mereka jatuh dari langit seperti pesawat lainnya,” kata Sever, sebagaimana dikutip dari Russia Today, Senin (12/1/2026).
Dia tidak menyebutkan kapan serangan itu terhadap jet tempur F-16 itu terjadi.
Sekadar diketahui, Ukraina mulai menerima pasokan F-16 dari negara-negara NATO pada Agustus 2024. Sejak itu, Kyiv telah mengonfirmasi kehilangan empat pesawat dalam pertempuran.
Menurut laporan Business Insider, Kyiv secara resmi telah menerima 44 dari 87 unit jet tempur yang dijanjikan oleh para pendukungnya dari Eropa.
(mas)















































