loading...
LONDON - -Sebuah komet yang melesat melintasi Tata Surya telah membuat para ilmuwan takjub dengan melakukan sesuatu yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.
Pada awal tahun 2017, komet41P/Tuttle-Giacobini-Kresákmelakukan pendekatan terdekatnya ke Matahari, atau perihelion, setelah 5,4 tahun.
Saat melakukan itu, putarannya tampak melambat hingga berhenti total, sebelum kemungkinan mulai berputar lagi ke arah yang berlawanan, menurut astronom David Jewitt dari Universitas California, Los Angeles.
Pembalikan arah putaran itu sendiri bukanlah bagian yang mengejutkan; perubahan putaran komet memang terkadangterjadiketika benda-benda es ini mendekati Matahari. Yang mengejutkan adalah seberapa cepat dan dramatis pembalikan arah putaran itu terjadi.
"Rekor sebelumnya untuk perlambatan putaran komet dipegang oleh 103P/Hartley 2, yang memperlambat rotasinya dari 17 menjadi 19 jam selama 90 hari,"kata astronom Dennis Bodewitsdari Universitas Maryland, menjelaskan fase perlambatan pada tahun 2018.
"Sebaliknya, 41P mengalami penurunan lebih dari 10 kali lipat hanya dalam 60 hari, jadi baik besarnya maupun laju perubahan ini adalah sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya."
Urutan kejadiannya adalah sebagai berikut. Pengamatan yang dilakukan pada Maret 2017 menunjukkan bahwa periode rotasi 41P sekitar 20 jam. Pada bulan Mei, rotasi melambat menjadi lebih dari dua kali lipat durasi tersebut, dengan satu rotasi setiap 53 jam atau lebih.
Namun, menjelang Desember, sesuatu yang sangat aneh telah terjadi. Periode rotasi komet tersebut memendek menjadi 14,4jam– sebuah perubahan, menurut Jewitt, yang paling baik dijelaskan jika rotasinya melambat hingga berhenti total sekitar bulan Juni 2017 dan kemudian berubah arah.


















































