loading...
Round Table Discussion (RTD) edisi ketiga yang digelar Nagara Institute dan Akbar Faizal Uncensored (AFU) di Bandung, Kamis (22/1/2026). FOTO/dok.SindoNews
BANDUNG - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) diproyeksikan menjadi instrumen strategis atau game changer dalam peta ekonomi nasional. Lembaga ini dirancang khusus untuk mengonsolidasikan seluruh kekuatan ekonomi Indonesia guna mewujudkan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mengakselerasi pertumbuhan negara.
Visi tersebut dikupas tuntas oleh Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, dalam Round Table Discussion (RTD) edisi ketiga yang digelar Nagara Institute dan Akbar Faizal Uncensored (AFU) di Bandung, Kamis (22/1/2026). Dalam forum tersebut, Anggito memaparkan filosofi di balik pembentukan Danantara sebagai motor baru ekonomi.
"Nama Danantara diberikan langsung oleh Presiden Prabowo. Artinya Energi Masa Depan Indonesia. Ini bukan sekadar penyehatan BUMN, melainkan upaya mengonsolidasi seluruh aset dan kekuatan pendapatan negara untuk menumbuhkan perekonomian," ungkap Anggito saat membedah tantangan investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga: Gaet Investasi, Danantara Susun Strategi di Tengah Gejolak Geopolitik Global
Lebih lanjut, Anggito mengungkapkan ambisi Presiden untuk menempatkan Indonesia di jajaran elit pengelola dana abadi atau Sovereign Wealth Fund (SWF) global. Dengan total konsolidasi aset BUMN yang diperkirakan mencapai nilai fantastis sebesar 1 triliun dolar AS, Indonesia secara de facto kini telah menembus peringkat lima besar SWF dunia.
















































