Maknai Hari Ibu: Pentingnya Dukungan bagi Perempuan di Setiap Fase Keibuan

1 month ago 32

loading...

Gambaran menjadi mom sering kali identik dengan cinta, kebahagiaan, dan kehangatan. Foto/istimewa

JAKARTA - Gambaran menjadi mom sering kali identik dengan cinta, kebahagiaan, dan kehangatan. Namun di balik itu, perjalanan menjadi seorang mom juga penuh dinamika, dari rasa bahagia hingga lelah. Dalam perjalanannya Ibu juga bisa merasakan beberapa kekhawatiran, antara lain kekhawatiran apakah tubuh sudah cukup kuat dan terpenuhi kebutuhannya, kekhawatiran akan adanya perubahan suasana hati, hingga tekanan untuk selalu terlihat baik-baik saja serta kekhawatiran apakah informasi yang diterima bisa dipercaya, dan apakah dirinya sudah melakukan yang terbaik bagi dirinya.

Di momen Hari Ibu Nasional, percakapan tentang perjalanan menjadi ibu kembali ramai diperbincangkan. Jennyfer, M.Psi., Psikolog Klinis Dewasa, mengungkapkan bahwa moms Gen Z cenderung lebih terbuka dalam menyuarakan perasaan. Namun di sisi lain, banjir informasi di media sosial juga membuat moms lebih mudah merasa overwhelmed, terutama oleh berbagai standar yang melekat tentang sosok “ibu ideal”.

Data Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kemenkes RI pada Oktober 2025 menunjukkan bahwa 8,5% ibu hamil di Indonesia terindikasi memiliki potensi depresi. Angka ini 8 kali lipat lebih tinggi dibanding angka kejadian pada populasi dewasa secara umum. Temuan ini mengingatkan bahwa di balik senyum dan unggahan manis di media sosial, banyak moms yang sebenarnya sedang berjuang.

Jennyfer menjelaskan, “Yang dibutuhkan moms bukan sekadar informasi, tapi juga emotional validation; rasa dimengerti dan didukung. Beragam mood dari bahagia, excited hingga ke emosi, takut, cemas ataupun sedih bisa hadir secara bersamaan. Semua itu normal dan valid.”

Menjadi ibu bukan hanya soal kesiapan fisik, namun juga kesiapan mental dan emosional, serta dukungan dari orang-orang terdekat. Jennyfer menambahkan, peran pasangan kini semakin bergeser menjadi co-parent yang terlibat secara emosional dan praktis. Lingkungan yang suportif terbukti berperan penting dalam menurunkan tingkat stres serta risiko baby blues pada ibu. “Tidak ada perempuan yang sempurna, tetapi setiap moms berhak merasa didukung. Moms cukup fokus menjalani peran dengan versi terbaik diri sendiri, bukan versi ideal menurut orang lain,” ujarnya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |