Mantan Menhan Ukraina: Demokrasi Tidak Boleh Disandera Rusia

2 hours ago 5

loading...

Mykhailo Fedorov, mantan menteri pertahanan Ukraina, menyerukan digelarnya pemilu. Foto/X/@FedorovMykhailo

KYIV - Mantan Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov menyerukan diadakannya pemilihan umum di masa perang; langkah ini dipandang luas sebagai tantangan terbesar bagi kepemimpinan Volodymyr Zelensky sejak invasi besar-besaran Rusia empat setengah tahun lalu.

"Demokrasi tidak boleh disandera oleh Rusia," ujar Fedorov (35 tahun) dalam sebuah video yang diunggah ke YouTube pada hari Selasa, dilansir BBC. Ia menambahkan bahwa Ukraina berjuang "justru karena kita ingin tetap menjadi negara Eropa yang bebas".

Sejak perang pecah pada tahun 2022, Ukraina berada dalam status darurat militer, yang berarti pemilihan umum ditangguhkan.

Fedorov—yang tidak menyebut nama Zelensky secara langsung dalam video tersebut—secara tak terduga diberhentikan dari jabatannya sebagai menteri pertahanan bulan lalu, hanya enam bulan setelah ia dilantik.

Zelensky belum menanggapi video dari Fedorov, yang pemecatannya sempat memicu protes di seluruh negeri.

Selama masa jabatannya sebagai menteri pertahanan yang sangat populer, Fedorov dinilai berhasil menghidupkan kembali kinerja kementerian, memimpin upaya pemberantasan korupsi, serta memanfaatkan data untuk menganalisis dan berupaya meningkatkan kinerja di garis depan pertempuran.

Pemecatannya secara luas dianggap berkaitan dengan ketegangan antara dirinya dan Panglima Angkatan Darat, Oleksandr Syrskyi.

Tak lama kemudian, Syrskyi juga diganti, seiring meningkatnya tekanan terhadap presiden Ukraina akibat protes yang menuntut agar Fedorov dipekerjakan kembali.

Read Entire Article
Prestasi | | | |