loading...
Staf Khusus Menteri Hukum, Yadi Hendriana mengungkapkan, ketika satu orang memilih pergi, data menunjukkan ada ratusan lainnya berebut untuk tinggal (di Indonesia). Foto/Ilustrasi/Ditjen Imigrasi
JAKARTA - Saat satu suara berkata, "Cukup saya yang WNI," maka sebuah narasi tentang pelarian dimulai. Namun di pintu yang berbeda, ada antrean panjang yang justru ingin masuk (ke Indonesia).
Staf Khusus Menteri Hukum, Yadi Hendriana mengungkapkan hal itu dalam tulisan di media sosial resmi Instagramnya. Dia menyebut ketika satu orang memilih pergi, data menunjukkan ada ratusan lainnya berebut untuk tinggal (di Indonesia), meski makin sedikit yang diterima.
Baca juga: Alumni LPDP Pamer Paspor Anak Jadi WNA, Purbaya: Selama Saya di Sini Kena Blacklist Permanen
Ini adalah bukti bahwa bagi banyak warga negara asing (WNA), Indonesia adalah jawaban, bukan sekedar persinggahan. "Mari kita bicara tentang arah angin yang jarang terbaca. Emosi hanya akan mengaburkan fakta bahwa setiap orang punya titik pandang, meski tak semua punya rasa memiliki," ungkap Yadi dalam unggahan di akun @hendrianayadi.


















































