loading...
BEKASI - Tidak ada sorak sorai saat jarinya menggerakkan bidak. Tidak ada tepuk tangan yang mengiringi setiap keputusan. Yang ada hanya keheningan, papan hitam-putih, dan detak waktu yang terus menekan.
Di situlah Medina Warda Aulia bertarung bukan hanya melawan lawan di depannya, tetapi juga melawan rasa mual, lelah, dan kekhawatiran sebagai seorang ibu yang tengah mengandung.
Di balik gegap gempita SEA Games 2025 , ketika Indonesia mengoleksi 334 medali dan finis di peringkat kedua klasemen akhir, terselip kisah sunyi yang mengguncang hati.
Dari ratusan medali itu, tiga lahir dari keteguhan Medina satu emas, satu perak, dan satu perunggu diraih dalam kondisi hamil tujuh bulan. Ia bukan sekadar bertanding. Ia sedang menjaga dua kehidupan.
Medina mempersembahkan emas dari ASEAN Chess Rapid Women Quadruple, perak dari FIDE Chess Rapid Women Double, serta perunggu dari Makruk Chess Classic Mixed Quintuples. Di atas papan catur, pikirannya bekerja presisi, dingin, dan terukur.
Di balik meja pertandingan, tubuhnya menanggung perubahan besar sebagai calon ibu dari anak pertamanya. Setiap langkah bidak adalah keputusan. Setiap detik adalah pertaruhan. Namun Medina tetap tenang seolah kehamilan tak menghalangi kejernihan pikirannya.
















































